Travel Mart 2019, Pertemukan Pegiat Pariwisata dengan Travel Agent

- 24 April 2019, 14:02 WIB
SUASANA di Travel Mart 2019 di Gedung Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (STPB). Acara yang berlangsung 24-25 April 2019 ini berupaya mempertemukan pegiat pariwisata dengan travel agent dan pihak terkait lainnya untuk bersama-sama meningkatkan pariwisata.*/OKKY ARDIANSYAH/PR

BANDUNG, (PR).- Travel Mart 2019 yang digelar oleh Mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung mengundang atensi banyak pegiat wisata. Tak cuma pegiat wisata dari Indonesia, tetapi juga pegiat wisata dari Malaysia, Thailand, Singapura, dan Australia ikut serta dalam event itu.

Menurut Ketua pelaksana acara, Yoseph Oktavianus Ndate, ini merupakan wadah yang mempertemukan pengelola wisata (seller) dengan agen wisata (buyer). Travel Mart 2019 berlangsung dua hari, dari Rabu 24 April 2019 sampai Kamis 25 April 2019. "Ada networking antara seller dan buyer yang belum kenal jadi kenalan baru. Saya dari Flores, bapak bisa jual tentang Flores, misalnya seperti itu," kata Yoseph di Gedung STPB, Rabu, 24 April 2019.

Yoseph mengatakan bahwa Travel Mart 2019 diikuti oleh 35 pengelola wisata dari beberapa provinsi di Indonesia, 67 agen wisata lokal, dan 7 agen wisata macanegara. Termasuk agen wisata dari Malaysia, Thailand, Australia, dan Singapura.

"Target utama kita membantu Kementerian Pariwisata mendatangkan lagi wisatawan macanegara. Maka untuk Travel Mart kali ini, pengelola wisata yang kita undang, yang bisa mendatangkan wisatawan macanegara," kata Yoseph.

CEO KLIA Travel, salah satu agen wisata di Malaysia, Mohd Hisham Shaharudin, menyatakan bahwa ia tertarik dengan event tersebut. Ada banyak informasi yang ia serap tentang pariwisata di Indonesia.

loading...

Hisham bahkan baru mengetahui adanya pariwisata yang memacu adrenalin maupun pengelola wisata yang menawarkan keindahan alam dan ketenangan. Maka itu, pandangan ia terhadap pariwisata Indonesia tak terbatas perihal fesyen dan kuliner.

“Yang mana saya biasa bawa tamu ke Indonesia. Lebih-lebih Jakarta-Bandung. Yang mereka tahu (tamu) hanya shopping, shopping, dan shopping. Kulinernya dan fesyen. Itu saja,” ucap Hisham.

“Banyak yang namanya extreme adventurenature, lautnya, tempat diving. Di Pulau Seribu itu bisa dibuat diving package,” lanjutnya.

Hisham optimistis dapat menarik minat wisatawan Malaysia untuk berkunjung ke Indonesia dengan destinasi pariwisata yang baru ia ketahui. Sebab, banyak wisatawan Malaysia yang menyukai gim extreme dan juga tempat-tempat alami.

Halaman:

Editor: Eva Fahas


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X