Terapis Spa pun Punya Sertifikasi

- 29 Maret 2019, 21:38 WIB
ILUSTRASI.*/IBI CO

UNTUK meningkatkan daya saing industri pariwisata tanah air, pemerintah menggenjot sertifikasi profesi SDM pariwisata dengan memfasilitasi sejumlah kegiatan sertifikasi. Salah satunya sertifikasi profesi Terapis Spa melalui kualifikasi okupasi nasional.

Ketua LSP Spa Nasional Teguh Susanto mengatakan daya saing industri pariwisata ditentukan beberapa hal. Selain kualitas Industri, daya saing industri pariwisata juga turut ditentukan kualitas SDM yg didasarkan pada standar usaha pariwisata, dan SDM Pariwisata melalui kualifikasi okupasi nasional. 

“Selain itu, tuntutan dan ekspektasi dari masyarakat semakin tinggi akan kehadiran tenaga di lapangan memenuhi sertifikasi, baik dari sisi keahlian, pengetahuan, dan perilakunya. Disisi lain, tentunya untuk melindungi kualitas dan profesionalitasnya,” ujar Teguh saat pelaksanaan uji kompetensi sertifikasi terapis spa di Bandung.

Oleh karena itu, Teguh mengatakan, pemerintah melalui kementerian pariwisata memfasilitas sertifikasi para terapis spa. Langkah tersebut sebagai upaya untuk memberikan pengakuan atas kompetensi profesi yang dimiliki tenaga kerja di bidang spa, meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja bidang terapis spa, meningkatkan kompetensi sertifikasi pada para peserta terapis spa untuk memahami pentingnya profesional dan legalitas. “Serta dalam rangka berlakunya MEA untuk siap bersaing dengan tenaga kerja asing,” katanya.

Disinggung mengenai jumlah sertifikasi yang telah dikeluarkan, Teguh mengatakan, saat ini trennya menunjukkan peningkatan apalagi karena didukung oleh pemerintah. Hanya, pihaknya juga menargetkan untuk melakukan percepatan sertifikasi mandiri yang menurutnya masih berpotensi untuk lebih baik lagi. “Di LSP Spa senin, untuk sertifikasi mandiri baru mengambil porsi 35 persen. Harapan kami setiap tahunnya bisa meningkat 5-10 persen, ada tren positif,” ujarnya.

Kabid Sertifikasi LSP SPA Nasional Precillia Fredrica mengatakan pada 2019, Jawa Barat memperoleh kuota sebanyak 100 orang. Uji kompetensi yang dilakukan diikuti lebih dari 20 industri yang tersebar di Bandung dan sekitar. 

“Untuk para SPA terapis yang mengikuti ujian diwajibkan mengikuti instruksi yang diberikan asesor sehingga cukup untuk menggali kompetensi para peserta baik dari segi pengetahuan, keterampilan dan juga etika, sehingga asesor dapat memberikan rekomendasi kepada para peserta ujian dengan tepat,” katanya. 

Kasie Jasa Usaha Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Bandung Edward Parlindungan menyambut positif program yang dilakukan. Ia optimistis kegiatan tersebut akan mampu meningkatkan daya saing industri spa dan pariwisata Kota Bandung. 

“Industri spa ini merupakan salah satu wisata yang cukup diminati. Saya berharap kesadaran terapis Spa akan pentingnya sertifikasi kompetensi ini semakin meningkat,” ujarnya.*** 

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X