Pengerjaan Apron Bandara Ahmad Yani Semarang Sudah Rampung, Ditargetkan Beroperasi Maret 2018

- 14 November 2017, 00:57 WIB

BANDARA baru, Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang Jawa Tengah terus dikebut. Saat ini pembangunan bandara paket I sudah mencapai 90 persen. Progres yang tepat mengingat Maret tahun 2018 bandara sudah harus selesai dan bisa digunakan.

Menpar Arief Yahya menyebut buat pengembangan destinasi itu, membutuhkan 3A, yakni atraksi, akses, dan amenitas. Di sisi akses, maka airports, airlines ,dan authority (Airnav) menjadi kuncinya, karena 75% wisman masuk ke Indonesia melalui udara.

“Hadirnya Bandara A Yani dengan kapasitas yang lebih besar, akan menjadi peluang yang bagus. Untuk mengembangkan Joglosemar, Jogja Solo Semarang yang dikembangkan dengan ikon Borobudur,” kata Arief Yahya, Menpar RI.

General Manager PT Angkasa Pura I, Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Letkol CPN Maryanto menjelaskan, pembangunan bandara paket I berupa pengerjaan akses jalan, stabilitas tanah Zona II area parkir, serta akses kargo.

"Akses jalan sudah baik, mulai dari masuk jalan PRPP sampai Kampung Laut dilanjut akses ke beberapa proyek lainnya. Sisanya 10 persen kekurangannya terkait pengurukan jalan dan finishing," katanya.

Untuk pengerjaan paket II, dikatakannya, malah sudah rampung 100 persen. Yaitu pengerjaan area parkir pesawat (apron) serta landas hubung (track way) seluas 72.552 meter pesegi.  Saat ini sedang masa pemeliharaan yang selanjutnya akan dilakukan serah terima.

"Untuk paket III merupakan pengerjaan terminal. Sudah dilakukan pengerjaan sejak Mei lalu dengan dilakukan penunjukan kontraktor proyek oleh Waskita Karya," katanya.

Lebih modern

Sedangkan untuk progres pengerjaan terminal sendiri saat ini sudah mencapai 30 persen. Yaitu berupa pengerjaan tiang pancang yang digunakan untuk membuat menara traffic air control. Serta pengurugan tanah sebagai akses jalur alat berat dititik pemancangan di Utara terminal bandara. Nilai kontrak pembangunan terminal Rp 930 miliar dari  Rencana Kerja Anggaran (RKA) sebesar Rp 1 triliyun.

Sementara, untuk paket IV pihaknya mengaku saat ini sedang berjalan. Dengat paket pengerjaan fasilitas penunjang bandara. Pengerjaan paket IV akan berjalan simultan dengan pembangunan terminal, dan diharapkan bisa rampung bersamaan.

Halaman:

Editor: Administrator


Tags

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X