Rabu, 1 April 2020

Takjil Pahlawan, Wisata Ngabuburit yang Melegenda

- 10 Juni 2017, 01:45 WIB

SEMARANG, (PR).- Tidak salah Menpar Arief Yahya memotivasi masyarakat agar memgambil kesempatan bulan puasa untuk mengambil peluang wisata religi. Salah satunya, ngabuburit yang makin merebak di mana-mana. 

Salah satu yang melegenda ada di Jalan Pahlawan Semarang. Sejak puluhan tahun jalan utama dekat Simpanglima itu selalu ramai dengan perempuan-perempuan penjaja takjil. Mereka adalah para mahasiswi dan siswi sekolah yang sedang "iseng" menghabikan waktu puasa. Daripada nongkrong di pinggir jalan lebih asyik beratraksi dengan jualan takjil berbuka.

"Tujuan utama bukan jualan mas. Tetapi iseng aja menghabiskan waktu puasa. Sekalian belajar bisnis,"tutur Siska, mahasiswi Undip yang jualan kolak bersama teman-teman kosnya.

Tidak ketinggalan juga pacarnya yang ikut membantu sambil mengambil fotonya. Maklum, bagi gadis-gadis cantik anak orang berpunya ini action jualan kolak sesuatu yang langka. Sembari ngabuburit sembaru mejeng juga. 

"Nanti foto-foto ini saya unggah di medsos. Teman-teman pada heboh," tutur Siska, yang sesekali berlari-lari mengejar mobil yang melintas untuk ditawari takjil.

loading...

Ada ratusan perempuan dan laki-laki yang setiap sore memenuhi jalan Pahlawan itu. Mereka sebenarnya lebih tepat disebut mejeng daripada jualan. Dari dandananya umumnya mode orang kaya dari kalangan mahasiswa dan siswi sekolah. Keasyikan menghabiskan waktu itulah yang membuat tradisi ngabuburit Pahlawan ini melegenda hingga sekarang.

Bahkan setiap sore aksi-aksi bakul kolak itu nenjadi tontonan masyarakat. Sembari menghabiskan waktu mereka nongkrong sepanjang jalan sambil menyaksikan para penjual kolak.

Jalan protokol terlebar di Semarang itu tiap sore menjadi obyek wisata tersendiri. Mereka berjejer di pinggir jalan, menjajakan dengan meja atau ditenteng.

Pelintas Jalan Pahlawan bisa memilih sesuai selera. Ada makanan ringan, makanan berat serta aneka jenis minuman baik kolak atau hidangan es. Transaksi pun mudah. Cukup mendatangi penjual atau diantar diatas kendaraan yang berhenti.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X