Pikiran Rakyat
USD Jual 14.039,00 Beli 14.137,00 | Umumnya berawan, 23.1 ° C

Eceng Gondok, Hama Pertanian yang Jadi Pendukung  Utama Wisata Ala Jepang

Wilujeng Kharisma
KALINAMPU Natural Park di Dusun Kalinampu, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, DIY ini menawarkan wisata pemandangan ala di Jepang.*/ WILUJENG KHARISMA/"PR"
KALINAMPU Natural Park di Dusun Kalinampu, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, DIY ini menawarkan wisata pemandangan ala di Jepang.*/ WILUJENG KHARISMA/"PR"

ECENG gondok atau enceng gondok (Eichhornia crassipes) adalah salah satu tanaman yang hidup mengapung di air dan kadang-kadang berakar dalam tanah. Eceng gondok lebih dikenal sebagai hama pertanian.

Tanaman ini memiliki daya adaptasi yang besar dan dapat berkembang biak dengan cepat. Meskipun gulma, ternyata eceng gondok punya pesona jika ditata dengan baik.

Keberadaan budidaya enceng gondok di Dusun Kalinampu, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, DIY justru menguntungkan. Berkat kreativitas pemuda setempat, enceng gondok disulap menjadi spot swafoto berkonsep ‘’bunga sakura’’ ala Jepang. Sebutan tempat ini Kalinampu Natural Park. Spot wisata baru di Sungai Opak itu terbukti menarik minat wisatawan berkunjung.

Salah seorang pengunjung dari Kota Jogja, Etiy Rohaya (40) mengatakan dia tertarik datang karena melihat di sosial media. Hamparan bunga enceng gondok yang sedang mekar cocok untuk spot foto.“Indah sekali. Sangat natural. Pemandangan bagus kalau diunggah ke  ke sosial media,” katanya, Minggu 13 Oktober 2019.

Perintis Kalinampu Natural Park Khasanatul Rahmat (32) mengatakan ide awal spot foto tersebut karena masih minimnya spot wisata bertema Jepang. Dia memanfaatkan bunga enceng gondok dikumpulkan di satu tempat. Dibuat mirip taman bunga di Jepang.

Pengunjung hanya dipungut biaya parkir Rp 5.000. Lokasi wisata tersebut belum menerapkan pemungutan biaya retribusi. “Untuk mengenalkan dulu, memang kami gratiskan. Paling hanya bayar parkir agar parkir tertata rapih dan tidak menganggu jalan umum,” ucapnya.

Kalinampu Natural Park buka dari pukul 7.00 hingga 18.00. Khasanatul mengimbau pengunjung datang saat matahari sedang tinggi-tingginya. “Karena kalau sudah gelap, bunga enceng gondok kuncup kembali,” tuturnya.

Untuk mendukung spot foto, pemuda dusun setempat bergotong-royong membuat gerbang khas Jepang. Mereka juga menyewakan kimono, kipas, serta payung khas Jepang, biaya sewa Rp 25.000 per set.***

Bagikan: