Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Umumnya berawan, 15.9 ° C

Travel Mart 2019, Pertemukan Pegiat Pariwisata dengan Travel Agent

Okky Ardiansyah
SUASANA di Travel Mart 2019 di Gedung Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (STPB). Acara yang berlangsung 24-25 April 2019 ini berupaya mempertemukan pegiat pariwisata dengan travel agent dan pihak terkait lainnya untuk bersama-sama meningkatkan pariwisata.*/OKKY ARDIANSYAH/PR
SUASANA di Travel Mart 2019 di Gedung Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (STPB). Acara yang berlangsung 24-25 April 2019 ini berupaya mempertemukan pegiat pariwisata dengan travel agent dan pihak terkait lainnya untuk bersama-sama meningkatkan pariwisata.*/OKKY ARDIANSYAH/PR

BANDUNG, (PR).- Travel Mart 2019 yang digelar oleh Mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung mengundang atensi banyak pegiat wisata. Tak cuma pegiat wisata dari Indonesia, tetapi juga pegiat wisata dari Malaysia, Thailand, Singapura, dan Australia ikut serta dalam event itu.

Menurut Ketua pelaksana acara, Yoseph Oktavianus Ndate, ini merupakan wadah yang mempertemukan pengelola wisata (seller) dengan agen wisata (buyer). Travel Mart 2019 berlangsung dua hari, dari Rabu 24 April 2019 sampai Kamis 25 April 2019. "Ada networking antara seller dan buyer yang belum kenal jadi kenalan baru. Saya dari Flores, bapak bisa jual tentang Flores, misalnya seperti itu," kata Yoseph di Gedung STPB, Rabu, 24 April 2019.

Yoseph mengatakan bahwa Travel Mart 2019 diikuti oleh 35 pengelola wisata dari beberapa provinsi di Indonesia, 67 agen wisata lokal, dan 7 agen wisata macanegara. Termasuk agen wisata dari Malaysia, Thailand, Australia, dan Singapura.

"Target utama kita membantu Kementerian Pariwisata mendatangkan lagi wisatawan macanegara. Maka untuk Travel Mart kali ini, pengelola wisata yang kita undang, yang bisa mendatangkan wisatawan macanegara," kata Yoseph.

CEO KLIA Travel, salah satu agen wisata di Malaysia, Mohd Hisham Shaharudin, menyatakan bahwa ia tertarik dengan event tersebut. Ada banyak informasi yang ia serap tentang pariwisata di Indonesia.

Hisham bahkan baru mengetahui adanya pariwisata yang memacu adrenalin maupun pengelola wisata yang menawarkan keindahan alam dan ketenangan. Maka itu, pandangan ia terhadap pariwisata Indonesia tak terbatas perihal fesyen dan kuliner.

“Yang mana saya biasa bawa tamu ke Indonesia. Lebih-lebih Jakarta-Bandung. Yang mereka tahu (tamu) hanya shopping, shopping, dan shopping. Kulinernya dan fesyen. Itu saja,” ucap Hisham.

“Banyak yang namanya extreme adventurenature, lautnya, tempat diving. Di Pulau Seribu itu bisa dibuat diving package,” lanjutnya.

Hisham optimistis dapat menarik minat wisatawan Malaysia untuk berkunjung ke Indonesia dengan destinasi pariwisata yang baru ia ketahui. Sebab, banyak wisatawan Malaysia yang menyukai gim extreme dan juga tempat-tempat alami.

“Kalau dengan saya sendiri enggak sulit karena anak-anak muda, generasi yang baru sudah lulus universitas sekisar 20 sampai 30 tahun sukanya yang extreme adventure dan nature. Sehingga sekarang juga golf enggak maju,” katanya.

Manajer My Pangandaran, Toto Sumarwoto, mengatakan bahwa event pertemuan antara pengelola wisata dengan agen wisata dapat memperlebar jaringan sekaligus melambungkan reputasi. “Untuk memperluas jaringan. Dari mulut ke mulut dan menyebar tentang My Pangandaran. Dari luar negeri biasanya buyer, dari Malaysia yang sering ke My Pangandaran setelah Travel Mart,” ucapnya.

My Pangandaran merupakan pengelola wisata yang berpusat di Kabupaten Pangandaran. Selain itu, My Pangandaran mencoba memperkenalkan kuliner khas Kabupaten Pangandaran seperti jus buah honje.

Herman Herry, Direktur Orang Utan Green Tours, menyatakan bahwa event macam Travel Mart dapat memperluas jaringan. Terutama untuk pengolala wisata di kawasan Kalimantan. Orang Utan Green Tours menyediakan wisata alam dengan Orang Utan sebagai branding.

“Kami dapat memperkenalkan wisata di kawasan Borneo kepada agen-agen wisata di seluruh Indonesia maupun luar negeri. Wisata kami bisa menjadi alternatif bagi agen-agen wisata untuk memiliki destinasi,” kata Herman.***

Bagikan: