Tak Diizinkan Salat 5 Waktu di Lokasi Kerja, Pria Muslim Gugat Perusahaan ke Pengadilan

30 Juni 2020, 06:35 WIB

PRIA muslim yang akhir tahun 2019 lalu diberhentikan dari pekerjaannya di Indianapolis, Amerika Serikat (AS) setelah memohon kepada pimpinan agar dirinya diizinkan melaksanakan salat lima waktu, melayangkan gugatan kepada dua perusahaan itu atas tuduhan diskriminasi secara agama. . Dikutip Pikiranrakyat-bekasi.com dari Indy Star, E’Lon Brown yang berusia 37 tahun menyebut dua perusahaan bernama Automatic Distributors Corp dan StaffMax telah melakukan diskriminasi dengan cara tak memberikannya izin untuk mengambil jeda di sela-sela jam kerja untuk datang ke masjid menghadiri salat jumat saat itu. . Brown melaporkan kejadian tersebut ke Komisi Ketenagakerjaan Amerika Serikat serta Komisi Hak Sipil di Indiana pada Senin, 22 Juni 2020. . Ahlaqul Karima Yawan/PR Vid. Editor: Dwi Cahya/PR

Komentar

Video Lainnya

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X