Tencent Tak 'Pusingkan' Pelarangan WeChat, Klaim hanya Berlaku di AS

- 13 Agustus 2020, 17:15 WIB
Tencent tak ambil pusing pada pelarangan WeChat di AS. /AFP/Philippe Lopez

PIKIRAN RAKYAT - Raksasa teknologi asal Tiongkok, Tencent mencoba meyakinkan investor bahwa larangan Presiden AS Donald Trump terhadap WeChat hanya berlaku untuk operasi di luar negeri.

Namun, Tencent tak terlalu memikirkan dampak pelarangan WeChat pada perusahaannya tidak terlalu besar. Saham perusahaan game itu naik sebesar 2 persen di Hong Kong.

Selama panggilan konferensi pendapatan, para pemimpin Tencent berulang kali menekankan perbedaan antara WeChat, yang digunakan di luar Tiongkok, dan Weixin, layanan serupa yang digunakan di daratan Negeri Tirai Bambu.

Baca Juga: [UPDATE] Kasus Virus Corona Indonesia per 13 Agustus 2020 Tambah 2.098 Jiwa

Sebelumnya, Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang akan memblokir WeChat di AS karena kekhawatiran risiko keamanan.

"Perintah eksekutif difokuskan pada WeChat di Amerika Serikat dan bukan bisnis lain di AS. Kami sedang dalam proses mencari klarifikasi lebih lanjut dari partai partisipan di AS," kata Chief Financial Officer Tencent, John Lo, seperti dikutip Pikiran-rakyat.com dari Bloomberg.

Keputusan Trump memicu kehebohan setelah menandatangani perintah untuk melarang AS berurusan dengan WeChat dan TikTok dengan TikTok milik ByteDance.

Baca Juga: Pelatih Persib Bahas Rencana Pertandingan Uji Coba, Yaya: Ini Bukan Preseason

Para eksekutif Tencent mengatakan beberapa kali mereka masih memikirkan bagaimana perintah itu akan diterapkan.

Halaman:

Editor: Mitha Paradilla Rayadi

Sumber: Bloomberg


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X