Terkuak, CIA Sebut Tidak Ada Bukti TikTok Berikan Data Pengguna ke Pemerintah Tiongkok

- 9 Agustus 2020, 14:44 WIB
CIA sebut pemerintah Tiongkok tidak ada bukti pernah mengakses data pengguna TikTok.* /AFP/Oliver Doulievery

PIKIRAN RAKYAT - Hasil analisis badan intelijen Amerika Serikat, CIA menyimpulkan bahwa tidak ada bukti TikTok berikan data pengguna ke pemerintah Tiongkok. Begitu pula, badan intelijen Tiongkok tidak ada bukti pernah mengakses data pengguna TikTok, demikian laporan New York Times, seperti dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Forbes.

Laporan dari CIA ini muncul setelah pemerintah AS membuat langkah untuk melarang aplikasi asal Tiongkok karena masalah keamanan nasional dan privasi.

Pemerintahan Presiden AS, Donald Trump memang tidak menuduh Tiongkok mengambil data pengguna warga Amerika, tetapi malah memperingatkan bahwa Beijing berpotensi melacak karyawan federal, pemerasan, dan melakukan spionase pada perusahaan yang diinginkan.

Baca Juga: Terbaring Lemah di Rumah Sakit, Cita Citata Dijenguk sang Mantan Tunangan

Anggota parlemen AS sangat prihatin dengan undang-undang tahun 2017 mengharuskan perusahaan Tiongkok mendukung, membantu, dan bekerja sama dengan badan intelijen negara untuk bekerja sesuai dengan hukum.

Salah seorang Senator AS, Mark Warner (DV.A.) mengatakan pada Jumat, 7 Agustus 2020 bahwa TikTok hanyalah masalah, tetapi bukan ancaman yang mendesak seperti Huawei, perusahaan Tiongkok yang membuat peralatan telekomunikasi jaringan 5G.

Menurut Warner, Huawei justru yang lebih diperhatikan karena membangun jaringan 5G yang ada di banyak sektor industri AS, seperti tempat pabrik, jalur pasokan gas, pertanian, dan mobil otonom.

Baca Juga: Lakukan Diet demi Tubuh Berotot, Cita Citata Dirawat di Rumah Sakit 

Trump sebelumnya telah menandatangani perintah eksekutif yang melarang TikTok dan WeChat, kecuali dijual ke perusahaan AS.

Halaman:

Editor: Alanna Arumsari Rachmadi

Sumber: Forbes


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X