Pendiri TikTok Kecam AS, Tuding Pemerintahan Trump Ingin Matikan Platformnya

- 5 Agustus 2020, 18:30 WIB
Pendiri TikTok sebut pemerintah AS lebih ingin mematikan platformnya. /AFP/Oliver Doulievery

PIKIRAN RAKYAT - Pendiri TikTok, Zhang Yiming memberitahu kepada karyawannya bahwa penjualan paksa platformnya ke perusahaan Microsoft adalah karena tujuan pemerintah AS untuk melarang.

Dalam sebuah surat kepada karyawannya, Zhang menulis bahwa penjualan itu memang merupakan bagian dari proses hukum dan Tiktok tidak memiliki pilihan lain selain mematuhi aturan.

"Fokus masalah bukanlah pada keputusan untuk memaksa penjualan bisnis TikTok ke perusahaan AS dengan alasan keamanan nasional," tulis Zhang dalam memo kepada karyawannya, seperti dikutip Pikiran-rakyat.com dari The Independent.

Baca Juga: Gubernur NTT Batasi Pengunjung ke Pulau Komodo hingga Wajibkan Terdaftar Jadi Anggota

Dia menambahkan keputusan itu sebenarnya tidak setuju bagi perusahaannya, tetapi ia mengerti ini terjadi di bawah kerangka hukum dan harus mematuhi hukum pasar tempat TikTok beroperasi.

Namun, Zhang menyebutkan keputusan itu tujuan dari pemerintah AS adalah larangan bahkan lebih.

Zhang mengatakan kepada karyawannya bahwa lingkungan yang kompleks saat ini menghadirkan tantangan bagi perusahaan, tetapi koleganya telah bekerja lembur dan siaga selama 24 jam sehari untuk mencoba dan menyelesaikan konflik dengan pemerintah AS.

Baca Juga: Bantuan Sosial Tunai Gelombang II Dimulai dari Kota Bandung, Ini Besaran Nilainya

"Di negara-negara, seperti Amerika Serikat, dalam lingkungan saat ini beberapa politisi telah dengan paksa menyerang Tiongkok, dan pada gilirannya, perusahaan-perusahaan Tiongkok membuat sulit untuk memiliki percakapan yang bijaksana dan bernuansa situasi yang kompleks," lanjutnya.

Halaman:

Editor: Mitha Paradilla Rayadi

Sumber: The Independent


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X