Kutub Selatan Memanas 3 Kali Lipat akibat Emisi Gas Rumah Kaca dan Perubahan Pola Cuaca Tropis

- 30 Juni 2020, 09:58 WIB
Kutub Selatan menghangat 3 kali lipat. /AFP Photo/FERNANDA REBULL

PIKIRAN RAKYAT - Penelitian pada Senin, 29 Juni 2020 menemukan Kutub Selatan memanas tiga kali lebih cepat daripada bagian Bumi lainnya.

Dikutip Pikiran-rakyat.com dari Daily Mail, meningkatnya suhu di titik paling selatan Bumi ini diakibatkan oleh peningkatan gas rumah kaca dan perubahan cuaca alami di daerah tropis.

Dampak ganda ini menjelaskan mengapa Antartika menanggung beban perubahan iklim, menurut para peneliti dari Victoria University, Selandia Baru.

Baca Juga: Ratusan Kader Datangi Polres Majalengka Terkait Pembakaran Bendera, DPC: PDIP Tak Bisa Diganggu

Penulis studi memeriksa data stasiun cuaca, pengamatan dan model iklim untuk lebih memahami mengapa tingkat kenaikan suhu naik sangat banyak.

Penulis koresponden Dr Kyle Clem mengatakan kenaikan suhu tidak biasa bukan hasil dari perubahan iklim alami saja, tetapi faktor-faktor lain harus dipertimbangkan.

"Efeknya mungkin bekerja bersama-sama untuk menjadikan ini salah satu tren pemanasan terkuat di Bumi," kata Dr. Clem, selaku penulis studi dan peneliti Universitas Victoria.

Baca Juga: Kunjungan Tempat Wisata di Purwakarta Masih Dibatasi hingga 70 Persen

Pada Februari 2020, suhu di kutub selatan Bumi mencapai 18,3 derajat celsius. Suhu ini mengalahkan rekor sebelumnya yaitu 17,5 derajat celsius.

Halaman:

Editor: Mitha Paradilla Rayadi

Sumber: Daily Mail


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X