Hampir 90 Persen Astronot adalah Pria, NASA Justru Kirim Wanita Pertama ke Bulan 2024 Mendatang

- 19 Juni 2020, 11:24 WIB
Astronot NASA Christina Koch  bekerja di Stasiun Luar Angkasa ISS.
Astronot NASA Christina Koch bekerja di Stasiun Luar Angkasa ISS. /Twitter @Astro_Christina

PIKIRAN RAKYAT - Meskipun hampir 60 tahun manusia telah melakukan perjalanan ke luar angkasa, namun dalam hal jumlah, wanita masih kalah jauh.

Hanya 566 orang yang pernah melakukan perjalanan ke luar angkasa, 60 dari mereka atau sekitar 11,5 persen adalah wanita.

Badan antariksa NASA baru-baru ini menyatakan akan menempatkan wanita pertama dan pria yang akan mendarat di Bulan di tahun 2024.

Baca Juga: Perkataan Haru Dwi Sasono saat Widi Mulia Menjenguk: Aku Kangen Banget Sama Anak-anak

Dikutip Pikiran-rakyat.com dari ScienceAlert, wanita pertama yang berada di luar angkasa ialah kosmonot Rusia Valentina Vladimirovna Tereshkova yang mengorbit Bumi 48 kali dari tanggal 16 hingga 18 Juni 1963.

Ini salah satu menjadi propaganda Perang Dingin untuk menunjukkan keunggulan komunisme. Pada Kongres Dunia Wanita tahun 1963, pemimpin Soviet Nikita Khrushchev menggunakan perjalanan Tereshkova untuk menyatakan bahwa Uni Soviet telah mencapai kesetaraan bagi wanita.

Di Amerika Serikat, wanita dikecualikan dari ruang angkasa oleh pembatasan karena astronot harus menjadi pilot, profesi ini dilarang.

Baca Juga: Bisa Balapan dari Rumah, Berikut Skema Kalender Balap Honda Racing Simulator Championship 2020

Sementara astronot AS pertama yang dikenal sebagai Mercury 7 berlatih di tahun 1960-an. Seorang aerospace Rand Lovelace merekrut 13 pilot wanita untuk melalui langkah pelatihan yang sama seperti astronot pria.

Halaman:

Editor: Mitha Paradilla Rayadi

Sumber: Science Alert


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X