Ilmuwan NASA Sebut Kemunculan Flare Matahari Jadi Tanda Akhir dari Siklus Saat Ini

- 1 Juni 2020, 09:24 WIB
GAMBAR Matahari yang ditangkap oleh NASA.* /DOK. NASA

PIKIRAN RAKYAT - Solar Dynamics Observatory NASA baru-baru ini melihat adanya semburan api matahari terbesar yang terlihat sejak 2017 lalu. 

Semburan matahari yang disebut flare matahari ini seringkali dikaitkan dengan adanya peningkatan aktivitas bintik matahari, dimana bintik-bintik gelap muncul di permukaannya. 

Flare matahari ini berpotensi merusak komunikasi satelit dan jaringan listrik di bumi. Namun, kabarnya, flare ini belum melewati ambang batas yang ditetapkan oleh Pusat Prediksi Cuaca Luar Angkasa pemerintah Amerika Serikat. 

Baca Juga: Kebakaran Lalap Kawasan Padat Hunian di Jakarta Pusat, Jumlah Rumah yang Terbakar Masih Didata

Dikutip dari Digital Trends, flare itu menarik, karena menunjukkan bahwa Matahari mungkin memasuki fase baru dari siklusnya.

Aktivitas Matahari bervariasi selama siklus 11 tahun, di mana jumlah bintik matahari dan jumlah aktivitas flare Matahari berubah.

Matahari diperkirakan saat ini berada dalam periode aktivitas minimal, yang disebut minimum Matahari.

Baca Juga: Pria Palestina Penderita Autisme Tewas Ditembak Polisinya, Menteri Pertahanan Israel Minta Maaf

Kemunculan semburan Matahari besar ini dapat mengindikasikan bahwa minimum Matahari akan segera berakhir.

Halaman:

Editor: Yuni

Sumber: Portal Jember


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X