Aplikasi Pelacakan Covid-19 Hasil Google dan Apple Akhirnya Diluncurkan, Baru Bisa di Negara Ini

- 27 Mei 2020, 14:53 WIB
Lembaga EPFL di Lausanne telah membantu mengembangkan aplikasi pelacakan kontak Swiss.* /BBC

PIKIRAN RAKYAT - Tim yang mengembangkan aplikasi pelacakan virus corona atau Covid-19 di Swiss mengatakan telah menjadi yang pertama meluncurkan produk yang menggabungkan teknologi yang disediakan oleh Apple dan Google.

Anggota tentara Swiss, pekerja rumah sakit, dan pegawai negeri kini dapat menginstal aplikasi SwissCovid sebelum peluncuran yang lebih luas.

Pelacakan kontak otomatis melibatkan penggunaan ponsel puntar untuk mendeteksi ketika dua orang saling berdekatan cukup lama sehingga ada risiko penularan yang signifikan, sehingga satu dapat diperingatkan jika yang lain kemudian didiagnosis memiliki penyakit Covid-19 tersebut.

Baca Juga: 696 PKL Pedati-Lawang Saketeng Direlokasi, 473 Pedagang Tempati Lantai 3 Pasar Bogor

Untuk menggunakan API (antarmuka pemrograman aplikasi) mereka - alat perangkat lunak yang memberikan akses khusus ke beberapa fitur sistem operasi seluler iOS dan Android - kedua perusahaan telah melarang peserta mengumpulkan data lokasi pengguna, di antara pembatasan lainnya.

loading...

"Penggunaan teknologi digital harus dirancang sedemikian rupa sehingga kami, sebagai pemerintah yang terpilih secara demokratis, mengevaluasinya dan menilai itu dapat diterima oleh warga negara kami dan sesuai dengan nilai-nilai Eropa kami," tulis menteri urusan digital dari Jerman, Prancis, Italia , Pemerintah Spanyol dan Portugis dalam surat bersama yang diterbitkan di media.

"Bluetooth tidak dikembangkan untuk pengukuran jarak skala besar semacam ini," kata Prof Srdjan Capkun dari institut ETH.

Baca Juga: Statistik Persib: Febri Hariyadi Catatkan Dua Brace di Musim 2019, Segini Koleksi Golnya Sejak 2016

"Memastikan bahwa kita dapat menggunakannya dengan cara ini membutuhkan banyak keterampilan teknik dan kolaborasi, termasuk kolaborasi dengan Apple dan Google," katanya dikutip Pikiran-Rakyat.com dari BBC.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X