Peneliti Sebut 45 Persen dari 200 Juta Cuitan Virus Corona di Twitter Adalah Bot

- 21 Mei 2020, 15:16 WIB
PENELITI sebut 45 persen cuitan Twitter tentang virus corona dihasilkan dari akun bot.* /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT - Peneliti menemukan hampir setengah dari akun Twitter yang menyebarkan pesan tentang pandemi virus corona kemungkinan adalah bot.

Peneliti dari Carnegie Mellon University mengatakan telah memilah lebih dari 200 juta cuitan di Twitter sejak Januari 2020 yang membahas virus pada Rabu, 20 Mei 2020.

Mereka menemukan sekitar 45 persen cuitan dikirim oleh akun yang berperilaku lebih seperti robot terkomputerisasi daripada manusia.

Baca Juga: Soal Vaksin Corona dan Bill Gates, Siti Fadilah: Bukan Dokter, Kenapa Fasih Analisa Pandemi?

"Kami tahu itu kelihatannya seperti mesin propaganda, dan pasti cocok dengan buku pedoman Rusia dan Tiongkok, tetapi akan membutuhkan banyak sumber daya untuk membuktikannya," kata Kathleen Carley selaku profesor ilmu komputer di Carnegie Mellon University, sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari NPR.

Carley kini sedang melakukan penelitian tentang aktivitas virus corona yang dihasilkan bot di Twitter tetapi belum dipublikasikan.

Para peneliti mengidentifikasi lebih dari 100 narasi palsu tentang COVID-19 yang berkembang di Twitter oleh akun yang dikendalikan bot.

Baca Juga: Ditanya Kapan akan Menikah Lagi, Ariel NOAH Akhirnya Buka Suara

Di antara informasi palsu yang disebarluaskan oleh akun bot adalah cuitan yang teori konspirasi tentang rumah sakit dipenuhi dengan manekin atau boneka, serta tweet yang menghubungkan penyebaran virus corona ke menara nirkabel 5G.

Cuitan tersebut jelas tidak benar dan tidak ada bukti jaringan mempengaruhi kesehatan manusia.

Halaman:

Editor: Alanna Arumsari Rachmadi

Sumber: NPR


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X