LAPAN Beri Penjelasan soal Matahari dalam Periode 'Lockdown'

- 20 Mei 2020, 13:20 WIB
GAMBAR Matahari yang ditangkap NASA.* /DOK NASA

PIKIRAN RAKYAT - Baru-baru ini para ilmuwan menyebut Matahari tengah dalam periode 'lockdown' atau minimum yang berarti aktivitas di permukaanya turun secara dramatis.

Para ahli percaya bahwa Bumi akan memasuki periode terdalam dari 'resesi' sinar matahari yang pernah tercatat sebagai bintik matahari (sunspot) kini telah menghilang.

Ilmuwan dari badan antariksa NASA khawatir itu bisa menjadi pengulangan yang pernah terjadi antara tahun 1790 hingga 1830 atau disebut Dalton Minimum.

Baca Juga: 5 Jenis Teh untuk Menghilangkan Stres dan Kecemasan, Salah Satunya Lavender

Dalton Minimum adalah periode di mana Bumi mengalami cuaca yang sangat dingin, kegagalan panen, kelaparan, dan letusan gunung berapi hingga bisa jadi menyebabkan gempa bumi.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) memberikan penjelasannya terkait periode lockdown Matahari.

Menurut LAPAN, bintik Matahari adalah bintik hitam di permukaan Matahari yang menandakan adanya konsentrasi medan magnet yang kuat dan suhu yang lebih rendah dibandingkan daerah lain di sekitarnya, sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Buletin Cuaca Antariksa Edisi 2, LAPAN.

Baca Juga: Selama Pandemi Covid-19 dan Penerapan PSBB, Transaksi Digital Melonjak Signifikan

Jika pada suatu periode tidak muncul satu pun bintik Matahari, berarti aktivitas di Matahari bisa dikatakan minimum (Solar Minimum).

Halaman:

Editor: Alanna Arumsari Rachmadi

Sumber: Pusat Sains Antariksa LAPAN


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X