Rabu, 27 Mei 2020

TikTok Dituduh atas Dugaan Pelanggaran Privasi Anak sebab Pengguna Bisa Berbohong soal Usia

- 15 Mei 2020, 11:15 WIB
KEMBALI terdengar, aplikasi TikTok dilaporkan oleh kelompok pendukung privasi anak karena diduga melanggar perjanjian untuk melindungi anak. /The New York Times

PIKIRAN RAKYAT - Kelompok pendukung privasi anak mengajukan keluhannya terhadap TikTok melalui Komisi Perdagangan Federal (FTC) Amerika Serikat. Kelompok tersebut mengklaim bahwa aplikasi asal Tiongkok itu melanggar perjanjian untuk melindungi anak-anak di platformnya.

TikTok sebelumnya telah membayar denda sebesar 5,7 juta dolar AS atau sekitar Rp 84,9 miliar (kurs saat ini) kepada FTC pada Februari 2019 lalu.

Denda ini karena adanya tuduhan terhadap TikTok pada versi sebelumnya yakni Musical.ly yang melanggar Undang-Undang Perlindungan Privasi Online Anak-Anak (COPPA) dengan mengizinkan pengguna yang berusia di bawah 13 tahun untuk mendaftar tanpa persetujuan orang tua.

Baca Juga: Kebutuhan Layanan Pembayaran Elektronik Berbasis Syariah Kian Meningkat

Berdasarkan ketentuan perjanjian, TikTok juga setuju untuk menghapus semua video yang sebelumnya diunggah oleh siapa pun yang berusia di bawah 13 tahun.

Tetapi koalisi pendukung privasi, yang dipimpin oleh Pusat Demokrasi Digital dan Kampanye untuk Anak-Bebas Komersial, menemukan video dari tahun 2016 yang diunggah oleh anak-anak di bawah 13 tahun masih ada di aplikasi.

Dalam hal ini mereka menyatakan bahwa perusahaan tidak berbuat yang cukup untuk mendapatkan persetujuan orang tua.

Baca Juga: Siaga terhadap AS, Tiongkok Kerahkan Pesawat Anti Kapal Selam di Laut China Selatan

TikTok gagal melakukan upaya yang wajar untuk memastikan bahwa orang tua dari seorang anak menerima pemberitahuan langsung mengenai praktiknya seperti pengumpulan data, penggunaan, atau pengungkapan informasi pribadi,” tulis pengaduan itu, sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari The Verge.

Halaman:

Editor: Alanna Arumsari Rachmadi

Sumber: The Verge


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X