Senin, 25 Mei 2020

Dikabarkan Forbes Diam-diam Ambil Data Pengguna, Xiaomi Beri Faktanya!

- 2 Mei 2020, 11:09 WIB
ILUSTRASI logo Xiaomi.* /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - Beredar informasi diam-diam Xiaomi mengambil data pengguna dari peramban atau browser bawaan ponsel. Informasi tersebut beredar berdasarkan artikel yang dirilis Forbes.

Menanggapi pemberitaan yang beredar tersebut Xiaomi berikan bantahannya dan mengaku kecewa dengan artikel dari Forbes tersebut. Forbes dianggap salah memahami mengenai apa yang dikomunikasin Xiaomi.

Baca Juga: Alasan Roger Danuarta dan Cut Meyriska Rahasiakan Jenis Kelamin Calon Anak Pertamanya

"Xiaomu kecewa dengan artikel dari Forbes. Kami rasa mereka salah memahami mengenai apa yang kami komunikasikan tentang prinsip dan kebijakan privasi data kami," kata Xiaomi, dalam keterangan yang dimuat di blog resmi, dikutip Sabtu 2 Mei 2020.

"Privasi pengguna dan keamanan internet merupakan prioritas utama di Xiaomi. Kami yakin bahwa kami secara ketat mengikuti peraturan lokal," kata Xiaomi menambahkan.

Baca Juga: Imbas pandemi COVID-19, Honda Tunda Peluncuran Motor CBR 250RR-R Terbaru

Dalam tulisan tersebut, Xiaomi menjelaskan bahwa histori dat di peramban akan tersinkronisasi jika pengguna masuk ke Mi Account dan menyalakan sinkronisasi di penyetelan ponsel.

Xiaomi juga mengumpulkan data antara lain berupa sistem informasi, preferensi, penggunaan fitur tampilan antarmuka, performa, penggunaan memori dan crash reports. Data-data tersebut, menurut Xiaomi, diagregasi dan tidak bisa berdiri sendiri untuk mengindentifikasi pengguna.

Baca Juga: Kecewa Harus Ibadah di Rumah Saja, Takmir Ancam Robohkan Masjid

"Semua data penggunaan berdasarkan izin dan persetujuan yang secara eksplisit diberikan pengguna kami. Sebagai tambahan, kami memasrikan seluruh proses tersebut anonimus dan dienkripsi," kata Xiaomi.

Mereka mengumpulkan data statistik penggunaan teragregasi, aggregated usage statistic data, untuk analisis internal dan tidak menautkan data tersebut dengan informasi personal.

Baca Juga: Bahas Pemotongan Gaji ASN 50%, Ganjar Pranowo Sebut Gaji Miliknya Dikembalikan sejak 2013

Terkait dugaan Xiaomi mengirim data ke server di Singapura, Rusia maupun China, mereka menegaskan menggunakan cloud publik yang "umum dan terkenal di industri".

"Semua informasi dari layanan dan pengguna luar negeri disimpan di server yang berada di beberapa pasar luar negeri. Kami juga mengikuti undang-undang dan regulasi lokal tentang perlindungan data secara ketat," kata Xiaomi.

Baca Juga: Diisukan Sakit hingga Meninggal, Kim Jong Un Muncul Lagi Depan Publik

Dalam keterangan tersebut, Xiaomi juga menyatakan mereka mengadopsi transparansi perlindungan privasi terbaru di sistem operasi MIUI 12.***

Editor: Ari Nursanti

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X