Sabtu, 6 Juni 2020

Akibat Sanksi Perdagangan AS, Proyek Huawei di Australia Dibatalkan

- 3 April 2020, 21:18 WIB
LOGO Huawei.* /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - Salah satu proyek utama Huawei di Australia telah dibatalkan karena pemerintah Negeri Kangguru itu ingin mematuhi pemerintah Amerika Serikat terkait pembatasan teknologi Huawei. Adapun proyek Huawei yang dibatalkan itu ialah pekerjaan teknologi digital radio untuk kereta api.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari The Register, otoritas pemerintah negara bagian Australia mengatakan pembatasan perdagangan yang diberlakukan oleh pemerintah AS menciptakan peristiwa force majeure yang tidak dapat diatasi.

Otoritas Angkutan Umum Australia Barat sebelumnya ingin membelanjakan dana sebesar 82 juta dolaratau sekitar Rp 819 miliar untuk mengganti sistem radio analognya dengan jaringan digital terbaru dari teknologi Huawei.

Baca Juga: Efek COVID-19, Penjualan Honda Turun 11 Persen di Maret 2020

Namun, mereka menarik diri dari kesepakatan dengan alasan force majure (sesuatu bencana yang tak terduga terjadi).

Huawei dan perusahaan teknik UGL sebelumnya telah memenangkan kontrak bersama pada tahun 2018 untuk membentuk HUGL Consortium dan menyelesaikan pekerjaan proyek.

Pekerjaan yang diberikan itu terjadi sebelum adanya pembatasan perdagangan oleh AS pada Mei 2019 yang menargetkan perusahaan teknologi Huawei.

Menteri transportasi Australia Barat, Rita Saffioti memberikan pendapatnya terkait pembatalan proyek tersebut.

Baca Juga: Tanggulangi COVID-19 Pemerintah Jawa Barat Siapkan Rp16,2 Triliun

Halaman:

Editor: Nuzulia Rega

Sumber: The Register


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X