Es yang Mencair di Greendland Sebabkan Kenaikan Air Laut, Risiko Banjir Kota-kota di Pesisir Semakin Tinggi

- 22 Maret 2020, 19:08 WIB
Greenland dan Antartika menumpahkan es enam kali lebih banyak dibandingkan pada 1990-an.* /AFP Photo / MARK RALSTON

PIKIRAN RAKYAT - Analisis data satelit mengungkapkan hilangnya 600 miliar ton es pada tahun 2019 lalu. Hal ini disebabkan karena Arktik mengalami pemanasan yang cukup tinggi.

Hanya dalam waktu dua bulan es yang mencair di Greendland telah meningkatkan permukaan air laut global sebesar 2,2 milimeter.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari The Guardian, para ilmuwan telah menghitung lapisan es Greenland mengalami kehilangan es rata-rata 268 miliar ton es antara tahun 2002 hingga 2019.

Baca Juga: Dishub Jabar Tetap Buka Pendaftaran Mudik Gratis 2020, Berikut Prosedur dan Langkah-langkahnya 

"Kami tahu musim panas lalu sangat hangat di Greenland, mencairkan setiap sudut lapisan es, tetapi jumlahnya sangat besar," kata Isabella Velicogna, seorang profesor ilmu bumi di University of California Irvine di Amerika Serikat.

Gletser yang mencair di seluruh dunia karena pemanasan global disebabkan oleh krisis iklim yang disebabkan oleh manusia.

Es memantulkan sinar matahari sehingga bisa mundur dari permukaan yang gelap di bawahnya, menyerap lebih banyak panas, menyebabkan percepatan laju pencairan.

Baca Juga: Gedung Bekas Rumah Sakit Bersalin Dipersiapkan untuk Alternatif Penanganan Pasien Covid-19 di Kuningan 

Es yang hilang di Greendland tujuh kali lebih cepat daripada di tahun 1990-an. Ilmuwan memperkirakan kenaikan air laut berisiko banjir bagi 400 juta orang yang ada di kota pesisir.

Halaman:

Editor: Alanna Arumsari Rachmadi

Sumber: The Guardian


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X