Pejabat AS Tuduh TikTok Berbagi Data dengan Pemerintah Tiongkok

- 5 Maret 2020, 13:33 WIB
Aplikasi TikTok.* /AFP Photo/Lionel BONAVENTURE

PIKIRAN RAKYAT - Pejabat AS Senator Republik, Josh Hawley yang mewakili negara bagian Missouri akan memperkenalkan undang-undang untuk melarang karyawan menggunakan aplikasi TikTok.

Hal itu karena TikTok dianggap berbagi data pengguna dengan pemerintah Tiongkok.

Hawley mengatakan aturan larangan yang diusulkan akan berlaku untuk perangkat yang dikeluarkan pemerintah.

Baca Juga: Pulang dari Luar Negeri, Dosen Universitas Jember Diminta Self Isolated 14 Hari oleh Rektor

Dia juga memberi komentar terhadap ketegangan yang meningkat antara Washington dengan Beijing terkait pedagangan dan transfer teknologi.

TikTok sedang mengumpulkan banyak sekali data dan mereka membagikannya dengan Beijing," kata Hawley kepada wartawan sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Reuters.

"Bagi pegawai federal itu benar-benar tidak ada artinya. Ini risiko keamanan utama, apakah kita benar-benar ingin Beijing memiliki data okasi dari semua pegawai federal? Apakah kita benar-benar ingin mereka menekan tombol,” tambahnya.

Baca Juga: Pelayanan Publik Kota Cimahi Masih Zona Kuning

Beberapa agen AS juga menangani masalah keamanan dan intelijen nasional dengan melarang karyawan menggunakan aplikasi TikTok yang kini semakin populer di kalangan muda di AS.

Halaman:

Editor: Mitha Paradilla Rayadi

Sumber: Reuters


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X