Minggu, 29 Maret 2020

AS Lanjutkan Kampanye Melawan 5G Huawei di Inggris

- 21 Februari 2020, 17:12 WIB
LOGO Huawei.* /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - Kampanye AS dalam melawan keputusan Inggris memberi perizinan Huawei dalam pembangunan teknologi jaringan 5G diperkirakan akan terus berlanjut setelah pertemuan Inggris-AS bubar tanpa adanya kesepakatan.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari The Guardian, sumber mengatakan bahwa delegasi AS yang dipimpin Mick Mulvaney tak terkesan dalam upaya pembujukan untuk tidak mengembangkan vendor asal Tiongkok.

AS ingin Inggris mempertimbangkan dan melarang kembali Huawei. Pejabat-pejabat Gedung Putih terus memperingatkan risiko keamanan yang diperkirakan akan terus berlanjut di masa depan.

Baca Juga: Ternyata Tak Hanya ke Bangladesh, Jawa Tengah Sudah Ekspor Bus ke Sejumlah Negara

Tidak jelas bagaimana kesepakatan antara kedua negara yang diadakan di Downing Street, London, namun beberapa pejabat AS menginginkan PM Inggris Boris Johnson mundur dari jabatannya.

loading...

Donald Trump sempat berbicara dengan Perdana Menteri Johnson melalui telepon sebelum diadakannya pertemuan di Downing Street.

Bulan lalu, Inggris mengusulkan bahwa Huawei akan dibatasi menjadi 35 persen dalam peralatan jaringan 5G dan dilarang menyediakan bagian inti pada teknologi 5G.

Baca Juga: Amarah Dian Sastro pada Media Terkait Kepergian Ashraf Sinclair

Huawei telah menjadi pemasok utama peralatan 5G di pasar dan hanya ada dua pesaing yaitu Ericsson dari Swedia dan Nokia dari Finlandia. Tak seperti biasa tidak ada vendor utama asal AS untuk pembangunan 5G.

Halaman:

Editor: Mitha Paradilla Rayadi

Sumber: The Guardian

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X