Masih Ribut, AS Tuntut Inggris untuk Pertimbangan Kembali Keputusan Teknologi 5G Huawei

- 19 Februari 2020, 07:57 WIB
Kepala Staf Gedung Putih untuk Presiden Donald Trump, Mick Mulvaney.* /AFP/BRENDAN SMIALOWSKI

PIKIRAN RAKYAT - Seorang kepala staff Presiden Donald Trump, Mick Mulvaney akan bertemu dengan penasihat politik Inggris, Dominic Cummings pada Rabu, 19 Februari 2020.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari The Guardian, pejabat Gedung Putih diperkirakan akan menuntut Inggris untuk memikirkan kembali keputusannya dalam perizinan Huawei dalam pembangunan teknologi 5G.

Pertemuan keduanya memunculkan spekulasi bahwa Amerika Serikat ingin Inggris berkomitmen untuk menghapus perusahaan Tiongkok dari jaringan telepon Inggris dalam waktu 3 hingga 5 tahun.

Baca Juga: Ashraf Sinclair Meninggal Dunia, BCL Batal Tampil di Love Fest 2020 dan Digantikan Noah

Dimungkinkan dalam pertemuan itu akan ada kesepakatan untuk bekerja sama untuk mengembangkan teknologi alternatif dan meredakan kekhawatiran AS tentang keamanan intelijen yang ada di kedua negara.

loading...

Pejabat AS sebelumnya telah membuat peringatan berulang-ulang selama beberapa hari terakhir tentang keputusan Inggris untuk mengizinkan Huawei memasok peralatan 5G.

Duta besar AS untuk Jerman, Richard Grenell mengatakan bahwa ia dipanggil Presiden Trump untuk menyampaikan pesan yang merujuk kepada Huawei.

Baca Juga: POPULER HARI INI: Daniel Mananta Ceritakan Kata-kata Terakhir Ashraf Sinclair, hingga Kenangan Pernikahan Almarhum dengan BCL

"Untuk memperjelas bahwa setiap negara memilih untuk menggunakan vendor 5G tidak dapat dipercaya, dan akan membahayakan kemampuan kita untuk berbagi informasi intelijen," tulisnya di Twitter.

Halaman:

Editor: Agil Hari Santoso

Sumber: The Guardian


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X