Kamis, 20 Februari 2020

Ada Dugaan Pelanggaran Basis Data, Wyze Keluarkan Sebagian Penggunanya

- 28 Desember 2019, 14:13 WIB
Wyze.* /ANDROID POLICE

PIKIRAN RAKYAT – Salah satu perusahaan penyedia perangkat teknologi nirkabel asal Amerika Serikat (AS) Wyze dikabarkan telah menerima laporan adanya dugaan pelanggaran terhadap basis data produksinya.

Dikutip dari Androidpolice oleh Pikiran-Rakyat.com Sabtu, 28 Desember 2019. Kabar tersebut beredar setelah penyedia layanan perangkat wireless itu menerima laporan tersebut beberapa waktu lalu.

Akibat isu yang beredar itu, sebagian pengguna perangkat Wyze secara serentak dikeluarkan dari akunnya masing masing.

Baca Juga: Jelang 2020, Masih Banyak UMKM Buta Prosedur Perizinan

Diketahui Wyze merupakan salah satu perusahaan yang menyediakan layanan perangkat smarthome seperti kamera wireless, lampu, dan perangkat listrik pintar yang menggunakan akun yang terhubung dengan surat elektronik atau email.

Sebuah perusahaan konsultan yang berlokasi di Texas, Amerika Serikat (AS) Twelve Security memposting adanya dugaan ketidakamanan terhadap dua database Elasticsearch milik Wyze beberapa waktu yang lalu.

Dikatakan oleh perusahaan konsultan tersebut data yang tidak aman tersebut berasal dari 2 juta pengguna Wyze yang tersebar di beberapa Negara seperti di wilayah pantai timur Amerika Serikat, Inggris, Uni Emirat Arab, Mesir, dan sebagian wilayah di Malaysia.

Baca Juga: Rusia Menentang PBB Soal Naiknya Anggaran Investigasi Suriah dan Myanmar

Adapun database yang tidak aman tersebut berasal dari alamat email yang telah terdaftar yang biasa digunakan sebagai akses kepada kamera berserta model dan versi firmwarenya.

Namun, pihak Twelve Security dikabarkan enggan untuk melaporkan adanya dugaan pelanggaran database ini kepada Wyze. ***


Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X