Tren 2020: Internet of Things dan Big Data Kian Booming, Isu Keamanan TIK Harus Diantisipasi

- 22 Desember 2019, 14:10 WIB
ILUSTRASI sarana internet.* /DOK PR

PIKIRAN RAKYAT - Lembaga Riset Telematika Sharing Vision memprediksi, tren teknologi informasi dan komunikasi (TIK) 2020 di Indonesia akan mengerucut pada internet of things (IoT), layanan maha data/big data, dan tingkat keamanan TIK. Chief Digital E-Commerce Fintech (DEF) Sharing Vision, Nur Islami Javad (Jeff) mengatakan bahwa IoT akan tumbuh dan berkembang semakin massal pada tahun depan. 

Menurut dia, layanan internet of people akan semakin meluas menjadi internet of people and thing. Ia memastikan, akan semakin banyak perubahan sistem dari digital menjadi phydigital/physical digital. 

“Kita berdiri di tepi revolusi teknologi yang secara fundamental mengubah cara hidup, bekerja, dan bagaimana berhubungan satu sama lain. Phydigital adalah perpaduan teknologi yang mengaburkan batas antara bidang fisik, digital, dan biologis,” kata Jeff, di Bandung, Sabtu 21 Desember 2019. 

Sederhananya, menurut dia, apapun yang dibutuhkan masyarakat saat ini bisa diakses sekaligus dipenuhi secara online dan bisa langsung diantarkan secara fisik sampai ke depan rumah. Internet of people and thing kian membumikan layanan internet di masyarakat Indonesia. 

Baca Juga: Era Digital, Orangtua Perlu Ganti Pola Asuh

Oleh karena itu, ia memprediksi, digitalisasi proses, fungsi, dan model bisnis akan semakin meluas tahun depan. Transformasi bisnis dari konsep konvensional menjadi virtual, meliputi proses transaksi dan penerapan sistem perusahaan, akan semakin mudah ditemukan. 

Ia mengatakan, mereka yang menjadi pemenang adalah yang bisa menggabungkan ekosistem people dan thing dalam suatu rantai nilai bermanfaat. Pemenang adalah yang mampu menggabungkan jalur informasi, jalur barang, jalur jasa, dan jalur transaksi sekaligus. 

“Contohnya ketika minat pembelian online tiket bioskop dan belanja groceries meningkat terus belakangan ini, maka transfer dana menjadi metode pembayaran favorit. Setelah transfer, pembayaran e-money milik marketplace juga menjadi favorit masyarakat,” kata Jeff.

Ia mencontohkan Go-Jek yang mengakomodir minat pembelian online dengan menyediakan pembayaran menggunakan QR Code di lebih dari 20 ribu merchant. Hasilnya, QR Code berkontribusi 50% pada gross transaction value dari GoPay, sebesar 6,3 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X