Selasa, 21 Januari 2020

Hati-hati, Opini Publik Disetir oleh Robot di Media Sosial

- 13 Desember 2019, 10:57 WIB
ILUSTRASI media sosial.* /DOK PIKIRAN RAKYAT

JAKARTA, (PR).- Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Giri Suprapdiono mengatakan bahwa opini publik sehari-hari sering disetir oleh robot-robot (bot) yang khusus dioperasikan untuk menggiring opini dan melakukan framing.

"Jadi, sekarang perang media sosial itu pakai metodologi. Perang bertujuan membuat bimbang sikap publik pada pemberantasan korupsi. Dalam rangka menggiring opini pembenaran atau justifikasi, digunakan bot-bot. Seperti yang diulas para pakar media sosial," ujar Giri di Jakarta, Jumat, 13 Desember 2019.

Jadi, masyarakat harus lebih cerdas menyikapi ini, sebab kemampuan klarifikasi di media arus utama belum bisa mengimbangi penggiringan opini bot-bot tadi.

"Kalau dibaca sekarang media arus utama pada komentarnya, misalnya ada 500 komentar yang berbicara jelek soal KPK, ada satu saja yang dukung KPK. Seakan-akan yang benar adalah yang banyak tadi," ujar Giri.

Baca Juga: Pegawai KPK Alih Status Jadi ASN Setelah Pimpinan Dilantik

Padahal, menurut dia, 500 komentar yang menjelekkan KPK, 499 di antaranya adalah robot. Media cetak dan media daring tidak bisa membalikkan opini robot itu karena media tersebut dalam analisis jaringan medsos berada pada posisi arbitrase (di tengah), tidak bisa mengimbangi derasnya opini tersebut.

Konferensi pers dan press release yang biasa dilakukan Juru Bicara dan Humas pun tidak bisa mengimbangi opini itu. Dalam perang digital ini, kata Giri, masyarakat harus lebih cerdas dari bot tersebut.

"Jadi, masyarakat harus lebih cerdas. Kalau namanya @Rieni7646 belum tentu @Rieni7646 itu manusia. Jangan-jangan bot itu," ujar Giri saat dihubungi Antara.

Ia menambahkan, bot yang dipakai oleh para pendengung (buzzer) itu sudah digunakan untuk menggiring opini framing negatif kepada KPK dalam rangka pembenaran (justifikasi) revisi UU KPK dan macam-macam kepentingan lainnya.

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Sumber: Antara

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X