Minggu, 8 Desember 2019

Pegasus Serang Whatsapp, Malware Masih Dominasi Ancaman Keamanan Siber Indonesia

- 13 November 2019, 15:34 WIB
MALWARE Pegasus/KASPERSKY

SOREANG, (PR).- Malware (malicious software) masih menjadi ancaman keamanan siber terbesar bagi pengguna internet di Indonesia. Sampai akhir 2018, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat, malware masih mencakup 40 persen dari total serangan atau ancaman terhadap jaringan siber.

Direktur Deteksi Ancaman BSSN Sulistyo mengatakan bahwa malware masih memiliki tren sebagai peranti lunak yang paling sering digunakan di dunia maya dalam mencuri data atau informasi penting.

"Kami terus membangun kewaspadaan bersama dengan mengumpulkan informasi terkait malware dan turunannya sehingga bisa diukur dan dibagikan semua pihak terkait," ujarnya dalam Seminar dan Workshop Nasional Keamanan Siber di Kampus Telkom University, Selasa 12 November 2019.

Menurut Sulistyo, malware tidak selalu berdampak negatif jika bisa dideteksi sejak dini. Ada sejumlah sisi positif jika malware tersebut bisa lebih dulu dipelajari dan diteliti.

"Informasi hasil penelitiannya tidak hanya bisa menjadi titik awal agar malware tidak merusak jaringan. Namun dari sisi bisnis, bisa digunakan pelaku ekonomi siber untuk membuat antivirusnya," kata Sulistyo.

Terkait malware Pegasus, yang saat ini tengah ramai dibicarakan karena mampu mencuri informasi penting yang bersifat pribadi dan menyerang aplikasi Whatsapp, Sulistyo mengatakan bahwa Indonesia sejauh ini masih aman.

Akan tetapi, dia berharap semua pengguna tetap waspada dengan tidak membagikan informasi penting dan krusial bia Whatsapp.

Menurut Sulistyo, ada tiga cara bagi data atau informasi bisa sampai ke pelaku kriminal di dunia siber yaitu dicari, dicuri, dan diberi.


Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

X