Material Ramah Lingkungan Berbahan Jamur

- 2 September 2019, 06:12 WIB
SALAH satu contoh produk dari bahan bermaterial ramah lingkungan  Mycotech.*/ DOK. MYCOTECH
SALAH satu contoh produk dari bahan bermaterial ramah lingkungan Mycotech.*/ DOK. MYCOTECH

"Ibaratnya dari menanam sampai bisa dipakai itu perlu waktu satu setengah bulan. Jauh sekali kalau dibandingkan dengan menggunakan kayu, bisa bertahun-tahun," kata Robbi.

Serbuk limbah pertanian itu memberi warna yang natural dan khas. Serat di limbah itu juga menjadi motif yang unik.

Setiap bulan, Mycotech bisa menghasilkan 6.000 sampai 9.000 baglog. Selain budidaya sendiri, Mycotech juga menggandeng petani jamur di Cisarua.

Biobo cocok untuk digunakan sebagai pelapis dinding, juga material membuat meja atau interior lainnya. Biobo telah melewati uji kekuatan, sehingga kualitasnya terjaga.

Biobo sendiri sudah pernah dicoba untuk dipakai sebagai struktur bangunan. Penelitian bersama dengan Future Cities Laboratory NUS berhasil mengembangkan kolaborasi dengan membuat struktur pertama yang menggunakan jamur yang dinamai Myco Tree. Instalasi berbentuk struktur bercabang yang menyerupai pohon itu dipamerkan di Seoul Biennale of Architecture and Urbanism 2017. Di dalam negeri, pasar Biobo sendiri sudah sampai Batam dan Bali.

Mylea, pengganti kulit

Tidak berhenti di sana, Mycotech terus mengembangkan penelitian untuk menghasilkan produk ramah lingkungan. Produk terbarunya, Mylea. Masih berbahan jamur dan limbah pertanian, Mylea berupa lembaran seperti kulit digunakan sebagai material tekstil yang ramah lingkungan.

Kulit merupakan material yang banyak digemari untuk produk-produk fashion, seperti pakaian, sepatu, dan aksesori. Sayangnya, proses pewarnaan kulit masih belum aman bagi lingkungan. Setelah melewati proses penyempurnaan, Mylea bisa menjadi material yang lebih aman bagi lingkungan.

"Kami menggunakan pewarna alami. Dari kulit kayu, dedaunan, indigo, macam-macam," ujar Robbi. Soal kekuatan, Mylea lebih kuat dibanding kulit imitasi.

Berkolaborasi dengan brand lokal, Mylea sudah pernah dipakai untuk jam tangan, sepatu, sampul buku, dan lain-lain. Kolaborasi antara Mycotech dengan produsen jam tangan Pala Nusantara, yaitu Palamylea berhasil menyabet gelar GDI Best di ajang Good Design Indonesia 2019.

Brand internasional juga tertarik untuk menggunakan Mylea. Salah satunya merk sepatu asal Inggris, Clark, sudah menyatakan minatnya untuk menggunakan Mylea.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala


Tags

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X