Selasa, 2 Juni 2020

Kemenkominfo Menjawab Polemik Fatwa Haram PUBG

- 23 Maret 2019, 08:58 WIB
PUBG/PUBG CORPORATION

BANDUNG, (PR).- Kementerian Komunikasi dan Informasi belum merencakan pemblokiran gim PlayerUnknowns Battlegrounds atau PUBG. Saat ini Majelis Ulama Indoneia juga belum melakukan kajian dalam hal penetapan fatwa untuk PUBG.

Plt. Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu meminta masyarakat jangan langsung berspekulasi bahwa gim bertemakan perang tersebut akan diblokir di Indonesia.

Dalam memblokir suatu gim, perlu proses panjang dan dalam konteksi ini, MUI rencananya akan melibatkan Kemenkominfo dan pemangku kebijakan lainnya untuk mebahas fatwa gim PUBG.

“Jadi, masyarakat jangan cepat berspekulasi bahwa MUI akan mengeluarkan fatwa haram atau Kemenkominfo memblokir, itu tidak benar, artinya MUI baru akan lakukan kajian dan Kemenkominfo akan terlibat di situ,” ucap Ferdinandus dalam wawancara yang disiarkan Radio PRFM, Jumat 22 Maret 2019.

Ia menjelaskan, dalam menentukan sikap terhadap permainan yang mengandung kekerasan, nantinya tidak hanya PUBG yang menjadi target, gim lain, jika memang tidak sesuai peraturan, akan dipantau.

Sebagai acuan, Kemenkominfo pada 2016 pernah mengeluarkan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 11 tentang Klasifikasi Permainan Interaktif Elektronik.

Regulasi tersebut mengatur jenis-jenis gim yang seharusnya dimainkan sesuai batasan umur hingga gim yang tidak boleh sama sekali dimainkan karena berisi konten negatif.

“Kami bukan bicara pemblokiran, tapi gim harus dimainkan orang sesuai klasifikasi umurnya, jangan anak kecil di bawah 13 tahun dan sudah fasih, sudah rutin bermain PUBG, padahal (kategori gimnya) masuk 18 tahun ke atas karena ada unsur kekerasan di dalamnya dan konten yang cocok untuk usia 18 ke atas. Jadi, kami dorong masyrakat menyadari bahwa gim ada kategori usianya,” ujar dia.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X