Sabtu, 30 Mei 2020

Jelang Integrasi 3 Aplikasi, CEO Facebook Prioritaskan Privasi

- 7 Maret 2019, 19:58 WIB
ILUSTRASI Facebook.*/Ist

SAN FRANSISCO, (PR).- Selama 15 tahun, Facebook memaksa miliaran penggunanya untuk membagikan detail pribadi mereka di dunia maya. Semua itu dilakukan untuk membuat dunia lebih terbuka dan terhubung. Namun kini CEO Facebook (FB) Mark Zuckerberg mencanangkan ide untuk bertindak sebaliknya.

“Saat saya memikirkan masa depan internet, Saya percaya platform komunikasi yang bersifat rahasia akan lebih diutamakan dibanding platform terbuka seperti sekarang,” ungkapnya dalam artikel blog terbarunya, seperti dilansir laman The Guardian, Kamis, 7 Maret 2019.

Menurutnya, Facebook dan Instagram merupakan “alun-alun digital”. Akan tetapi, orang-orang juga membutuhkan “ruang keluarga digital”. “Privasi memberikan semua orang kebebasan untuk menjadi diri sendiri dan berhubungan dengan satu sama lain secara alami, itulah alasan kenapa kami membuat jejaring sosial," kata Zuckerberg.

Integrasi

Dilansir The Guardian, pengumuman tersebut berhubungan dengan rencana Zuckerberg untuk mengintegrasikan layanan pengirim pesan tiga aplikasi: WhatsApp, Messenger, dan Instagram.

Layanan pengirim pesan yang terbaru akan mementingkan privasi penggunanya, ungkapnya. Layanan tersebut memiliki fitur yang akan menghapus pesan secara otomatis dalam jangka waktu tertentu.

Namun, sejumlah kritik berdatangan setelah Zuckerberg mencanangkan hal tersebut. Reputasi Facebook sendiri tengah terpuruk setelah isu penyalahgunaan dan pembobolan data hingga kasus ujaran kebencian terjadi selama bertahun-tahun di platform tersebut.

"Saya sangat mendukung privasi pengguna saat berkomunikasi daring. Namun, gerakan ini hanya sebuah taktik untuk menggunakan privasi sebagai kelebihan Facebook dan membuatnya sebagai platform penerima pesan yang menguasai (pasar)," ungkap seorang teknolog dari  Komisi Pedagangan Federal (FTC)Ashkan Soltani via Twitter.

Teknolog tersebut berpandapat bahwa hal ini merupakan suatu upaya untuk membatasi pertukaran data menggunakan aplikasi selain Facebook.

Jonathan Albright, ahli forensik digital dari Tow Center, mengingatkan bahwa peningkatan "keamanan platform" bukan berarti "peningkatan privasi pengguna".

Halaman:

Editor: Eva Fahas


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

Ringtimes Banyuwangi

Kopi Hitam

30 Mei 2020, 14:00 WIB
X