Studi: Orang yang Punya Pandangan Radikal Kurang Mampu Lakukan Tugas Mental Rumit

- 22 Februari 2021, 08:32 WIB
Temuan utama para psikolog menemukan orang-orang dengan sikap ekstremis cenderung berpikir tentang dunia secara hitam dan putih. /Pixabay/congerdesign


PIKIRAN RAKYAT - Sebuah penelitian di Inggris menunjukkan orang yang mendukung sikap radikal atau ekstremis cenderung berkinerja buruk pada tugas-tugas mental yang kompleks.

Para peneliti dari University of Cambridge berusaha untuk mengevaluasi apakah disposisi kognitif terhadap pandangan dunia ideologis seperti keyakinan politik, nasionalistik dan dogmatis, di luar pengaruh faktor demografis tradisional seperti usia, ras dan jenis kelamin.

Dikutip dari The Guardian, Senin, 22 Februari 2021, studi tersebut melibatkan lebih dari 330 peserta yang berbasis di Amerika Serikat terdiri dari usia 22 hingga 63 tahun. Mereka dihadapkan pada serangkaian tes seperti 37 tugas neuropsikologis dan 22 survei kepribadian selama dua minggu.

Tugas-tugas itu direkayasa agar netral, tidak emosional atau politis, mereka melibatkan, misalnya, menghafal bentuk visual.

Baca Juga: Rela Tenggelamkan Mobil Mewah Demi Bantu Korban Banjir Bekasi, Dedi Mulyadi: Nasi Lebih Berharga

Baca Juga: Progres Positif, 5 KTJ di Kepulauan Seribu Berhasil Jadi Zona Hijau Covid-19

Secara keseluruhan, para peneliti menemukan bahwa sikap ideologis mencerminkan pengambilan keputusan kognitif, menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Philosophical Transactions of the Royal Society B.

"Temuan utamanya adalah orang-orang dengan sikap ekstremis cenderung berpikir tentang dunia secara hitam dan putih, dan berjuang dengan tugas-tugas kompleks yang membutuhkan langkah-langkah mental yang rumit," kata penulis utama Dr Leor Zmigrod dari departemen psikologi Cambridge.

“Individu atau otak yang berjuang untuk memproses dan merencanakan rangkaian tindakan yang kompleks mungkin lebih tertarik pada ideologi ekstrim, atau ideologi otoriter yang menyederhanakan dunia,” katanya.

Dia menambahkan ciri lain dari orang-orang dengan kecenderungan ke arah ekstremisme tampaknya mereka tidak pandai mengatur emosi mereka, yang berarti impulsif dan cenderung mencari pengalaman yang menggugah emosi.

Halaman:

Editor: Julkifli Sinuhaji

Sumber: The Guardian


Tags

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X