Disuruh Bayar Konten Berita, Google Ancam Tarik Mesin Pencarinya dari Australia

- 22 Januari 2021, 14:58 WIB
Google /Pixabay/Simon


PIKIRAN RAKYAT - Google pada Jumat, 22 Januari 2021 mengancam akan membuat mesin pencarinya tidak lagi tersedia di Australia.

Hal ini dilakukan jika pemerintah Australia terus melanjutkan rencananya untuk membuat Google membayar konten berita.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison dengan cepat membalas pernyataan dari Google. Ia mengatakan pihaknya tidak menanggapi ancaman itu.

Baca Juga: Putus Laju Penyebaran Kasus Covid-19, Pemkab Garut Lakukan Berbagai Upaya

Australia membuat aturan kami untuk hal-hal yang dapat Anda lakukan di Australia,” kata Morrison kepada wartawan di Brisbane, seperti dikutip dari AP News.

“Itu (aturan untuk Google) dilakukan di Parlemen kami. Itu dilakukan oleh pemerintah kami. Dan begitulah cara kerja di sini di Australia," ujarnya.

Pernyataan Morrison muncul setelah direktur pelaksana Google untuk Australia dan Selandia Baru, mengatakan RUU atau aturan baru itu tidak akan bisa diterapkan.

Baca Juga: Tahanan Palestina Tewas Usai Disuntik Vaksin, Kepala Rutan Israel Singgung Soal Kesehatan

"Jika versi kode ini menjadi undang-undang, itu tidak akan memberi kami pilihan nyata selain berhenti membuat mesin pencari Google tersedia di Australia," kata direkutr Googe, Mega Silva.

"Dan itu akan menjadi hasil yang buruk tidak hanya bagi kami, tetapi juga bagi masyarakat Australia, keragaman media, dan bisnis kecil yang menggunakan produk kami setiap hari," ujarnya.

Halaman:

Editor: Julkifli Sinuhaji

Sumber: AP News


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X