India Larang Lagi 43 Aplikasi Tiongkok, Secara Total Lebih dari 200

- 26 November 2020, 15:39 WIB
Bendera India dan Tiongkok /Pixabay


PIKIRAN RAKYAT - Pemerintah India memberlakukan larangan lagi kepada 43 aplikasi Tiongkok, termasuk situs belanja online Alibaba hingga AliExpress. Pelarangan ini dikarenakan kampanye terhadap perusahaan teknologi Tiongkok tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.

Dikutip Pikiran-rakyat.com dari Financial Times, Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India mengatakan aplikasi itu diblokir karena 'terlibat dalam kegiatan yang merugikan kedaulatan dan integritas India'.

Kini pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi itu telah melarang lebih dari 200 aplikasi Tiongkok. Pelarangan dimulai ketika hubungan dua negara itu memburuk sejak Juni 2020, saat terjadinya bentrokan di perbatasan Himalaya.

iBaca Juga: Kehilangan Akses di India, TikTok Diprediksi akan Merugi hingga Rp 87 Triliun

Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar menyebut perselisihan itu sebagai 'krisis paling serius' dalam hubungan dengan Tiongkok sejak 1962.

Menteri Teknologi India menggambarkan pelarangan itu sebagai 'serangan digital' yang menyasar pada perusahaan besar teknologi Tiongkok seperti termasuk Alibaba, Tencent dan ByteDance. Perusahaan-perusahaan ini semuanya berinvestasi di pasar India.

Alibaba, misalnya telah berinvestasi di perusahaan pembayaran India, Paytm, dan start-up pengiriman makanan Zomato. Sementara Tencent mendukung aplikasi pendidikan Byju's dan platform olahraga fantasi Dream11.

Baca Juga: Tegas Nyatakan Siap Perang, Kepala Militer India: Tiongkok Tak Bisa Kalahkan Kami

Investasi Tiongkok juga melambat setelah pemerintah Gujarat mengharuskan investor baru diperiksa oleh pemerintah untuk memblokir 'pengambilalihan oportunistik'.

Perusahaan India telah berusaha memanfaatkan kemarahan nasionalis terhadap Beijing karena konsumen menolak aplikasi Tiongkok.

Halaman:

Editor: Julkifli Sinuhaji

Sumber: FInancial Times


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X