Ilmuwan Selidiki Kemiripan antara Alam Semesta dan Otak Manusia

- 23 November 2020, 18:44 WIB
Kiri: bagian otak kecil, dengan faktor pembesaran 40x, diperoleh dengan mikroskop elektron (Dr. E. Zunarelli, Rumah Sakit Universitas Modena); kanan: bagian simulasi kosmologis, dengan perpanjangan 300 juta tahun cahaya di setiap sisinya (Vazza dkk. 2019 A&A). /Bologna University via Tech Explorist


PIKIRAN RAKYAT - Seorang astrofisikawan dari University of Bologna  dan ahli bedah saraf dari University of Verona di di Italia, membandingkan jaringan sel saraf otak manusia dengan jaringan kosmik galaksi.

Dari perbandingan itu mereka menemukan ada kemiripan antara jaringan otak manusia dan alam semesta.

Dikutip Pikiran-rakyat.com dari Tech Explorist, dalam studi tersebut, Franco Vazza (ahli astrofisika di University of Bologna) dan Alberto Feletti (ahli bedah saraf di University of Verona) menyelidiki kemiripan antara keduanya dan jaringan sel saraf di otak manusia .

Baca Juga: Singkat, Ilmuwan Berhasil Buat Berlian pada Suhu Kamar hanya Dalam Beberapa Menit

Otak manusia adalah struktur multiskala yang kompleks secara temporal dan spasial tempat fenomena seluler, molekuler, dan neuron hidup berdampingan. Ini dapat dimodelkan sebagai jaringan hierarki, di mana neuron mengelompok ke dalam sirkuit, kolom, dan area fungsional yang saling berhubungan berbeda.

Sebaliknya, alam semesta terdiri dari jaringan kosmis dari setidaknya 100 miliar galaksi.

Dalam kedua sistem tersebut, hanya 30 persen dari massa yang terdiri dari galaksi dan neuron. Di dalam kedua sistem, galaksi dan neuron di otak manusia mengatur dirinya sendiri dalam filamen panjang atau simpul di antara filamen.

Baca Juga: Ilmuwan Temukan Gelombang Suara Tercepat, Kecepatannya Capai 36 Km per Detik

Akhirnya di dalam kedua sistem, 70 persen distribusi massa atau energi terdiri dari komponen yang memainkan peran pasif yaitu air di otak manusia dan energi gelap di alam semesta.

Dari fitur bersama dari kedua sistem, analisis ilmuwan membandingkan simulasi galaksi dengan bagian dari korteks serebral dan otak kecil. Tujuannya adalah untuk melihat bagaimana fluktuasi materi tersebar di berbagai skala yang berbeda.

Halaman:

Editor: Julkifli Sinuhaji

Sumber: Tech Explorist


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X