Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya berawan, 20.5 ° C

Radixact, Teknologi Radiasi ke Tumor Menyisakan Jaringan Sehat

Gita Pratiwi A
FOTO ilustrasi.*/ DOK MEH
FOTO ilustrasi.*/ DOK MEH

BANDUNG, (PR).- Satu teknologi terbaru untuk pasien pengidap tumor patut dicoba demi kesembuhannya. Radixact merupakan tekologi tomotherapy generasi ke-4. Sistem terintegrasi yang diluncurkan Rumah Sakit Mount Elizabeth di Singapura ini memberikan radiasi yang ditargetkan ke tumor, namun menyisakan jaringan sehat di sekitarnya.

Peluncuran teknologi tersebut dilakukan tahun ini, bersamaan dengan peringatan 40 tahun berdirinya  RS tersebut.

“Kami terus menghadirkan teknologi terbaru untuk meningkatkan presisi dalam bedah, keselamatan, dan kenyamanan pasien. Kami baru saja mencatatkan tonggak untuk 1.500 bedah robotik multidisiplin pada 2019. Kami juga menantikan sistem sinar proton untuk perawatan kanker tersedia di Novena pada 2021,” kata Stephens Lo, CEO Rumah Sakit Mount Elizabeth Novena.

Hal itu seperti dia terangkan melalui siaran pers yang diterima PR, Senin, 9 September 2019. Disebutkan, pada tahun 2004, pihaknya memelopori pembedahan robotik minim invasi, dalam bedah umum, jantung, dan urologi. Selain menggunakan sistem bedah da Vinci empat-lengan. Lalu pada 2005, mereka memperkenalkan teknologi 64 iris untuk CT koroner angiogram.

Di samping itu, pihaknya terus memperbanyak juru bahasa yang berbicara berbagai bahasa, bahkan menu khusus untuk memenuhi selera pasien.

“Seiring waktu, kami telah membina hubungan yang erat dengan banyak komunitas pasien dan berbagi kisah harapan dan kehidupan yang berkesan dengan mereka, ” kata Noel Yeo, CEO Rumah Sakit Mount Elizabeth, dalam malam perayaan sebagai apresiasi terhadap pasien di Indonesia, sekaligus art workshop eksklusif, pekan lalu.

Meskipun, katanya, RS tersebut hanya berawal melayani perawatan tersier akut, kini telah mampu menangani hingga operasi kompleks dan perawatan kritis. Salah satu penandanya saat dilakukan prosedur cardiomyoplasty dan transmyocardial revascularisation menggunakan laser jantung pada tahun 1993. Kini bahkan dapat dilakukan transplantasi organ, bedah onkologi, bedah jantung tingkat lanjut, sampai perawatan kesuburan.

"Konsentrasi spesialis ini menangani kasus-kasus rumit yang memerlukan pendekatan tim, dan tidak dapat ditangani oleh satu spesialis saja," kata Noel Yeo.***

 

Bagikan: