Pikiran Rakyat
USD Jual 14.027,00 Beli 14.125,00 | Umumnya berawan, 29 ° C

Google Dorong Penggunaan Cloud di Indonesia

Yusuf Wijanarko
GOOGLE Cloud/GOOGLE
GOOGLE Cloud/GOOGLE

JAKARTA, (PR).- Country Director Google Cloud Indonesia Megawaty Khie mengatakan, pengembangan kemampuan menjadi salah satu cara Google mendorong adopsi penyimpanan awan atau cloud di Indonesia.

"Cara orang menggunakan cloud juga perlu diedukasi, untuk itu, ada sertifikasi. Maka, kami akan melakukan pelatihan kepada ribuan teknisi," ujar Megawaty Khie dalam acara Google Cloud Summit di Jakarta, Kamis 5 September 2019.

Google Cloud kini menyediakan pelatihan sertifikasi Google Cloud Platform (GCP) berbahasa Indonesia. Pelatihan itu dimulai dengan Sertifikasi Associate Cloud Engineer yang saat ini juga ditawarkan Digital Talent Scholarship dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Tidak hanya memberikan ketrampilan dan kualifikasi baru yang membantu lebih banyak perusahaan dalam memanfaatkan cloud, Google Cloud menciptakan langkah bercita rasa lokal, salah satunya dengan membuat situs web Google Cloud berbahasa Indonesia.

CLOUD computing/DOK. PR

Megawaty Khie menyebut, Google memberikan solusi sesuai perkembangan industri. Misalnya, solusi cloud yang ditawarkan untuk industri perbankan berbeda dengan industri ritel. Hal itu termasuk memperkuat tim pemasaran yang memiliki latar belakang pengetahuan mengenai industri tersebut.

"Bukan satu solusi untuk semua, sehingga kami bisa memberi saran cara mengatasi tantangan bisnisnya," kata Megawaty Khie kepada Antara.

Ketatnya kompetisi

Megawaty Khie mengatakan, hal utama yang menjadi cara Google mendorong adopsi penggunaan cloud adalah peluncuran Region Cloud Jakarta pada paruh pertama 2020.

Dari sisi tren adopsi cloud di Indonesia, Megawaty Khie melihat kemajuan yang sangat signifikan dibandingkan dua bahkan setahun lalu.

"Sudah banyak sekali yang tertarik dengan cloud. Dulu pertimbangannya banyak sekali, tapi sekarang banyak permintaan dari perbankan, telekomunikasi, bioskop, retail. Begitu luas," ujar dia.

Tumbuhnya adopsi cloud, menurut Megawaty Khie, terjadi karena perusahaan saat ini menghadapi kompetisi yang sangat ketat.

Cloud dinilai menjadi pilihan tepat karena lebih efisien dalam berbagai hal, termasuk perangkat keras. Sehingga, perusahaan dapat mencapai penghematan biaya maupun efisiensi waktu.

"Secara keseluruhan, trennya besar sekali," kata Megawaty Khie.

Dalam Google Cloud Summit, Google Cloud mengumumkan pengembangan kemitraan global dengan Accenture untuk membangun solusi cerdas dan keahlian lokal guna membantu perusahaan-perusahaan di Indonesia memodernkan dan mempercepat pemanfaatan cloud.

Kolaborasi ini akan memanfaatkan kapabilitas data dan artificial intelligence Google Cloud seperti solusi Contact Center artificial intelligence dari Accenture, untuk memungkinkan interaksi pelanggan end-to-end di saluran suara dan digital.***

Bagikan: