Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Langit umumnya cerah, 19 ° C

Ahli Geofisika Universitas Indonesia Ciptakan Alat Pendeteksi Gempa

Bambang Arifianto
ILUSTRASI.*/CANVA
ILUSTRASI.*/CANVA

DEPOK, (PR).-  Ahli Geofisika Fakultas Matematika dan IlmuPengetahuan Alam Universitas Indonesia Dr. Eng. Supriyanto, M.sc ‎menciptakan sebuah inovasi pendeteksi gempa bernama Earthquake Warning Alert (EWAS). ‎Alat tersebut dirancang khusus sebagai pengganti panca indera manusia dalam mendeteksi gempa bumi.

Dengan EWAS, masyarakat dapat mendeteksi kehadiran gempa bumi secara real time s‎ehingga dapat mengatasi keterlambatan menyadari kehadiran bencana itu. Guna ‎menghadirkan EWAS ke tengah masyarakat, Supriyanto tengah mendirikan sebuah perusahaan rintisan (startup company) bidang teknologi bernama Geosinyal. ‎Geosinyal diharapkan dapat melayani masyarakat akan kesiapsiagaan bencana gempa bumi berbasis teknologi dengan memanfaatkan EWAS.  Geosinyal dikelola oleh 2 orang dosen dan 3 orang mahasiswa UI yang berlatarbelakang ilmu kebumian dan instrumentasi.

EWAS mampu memberitahu warga akan kehadiran gempa dalam waktu kurang dari 5 detik. EWAS memerlukan  daya listrik sebanyak 20 watt. Kini teknologi ciptaan anak bangsa tersebut telah dipatenkan oleh Kementerian Hukum dan HAM serta telah diproduksi dan dipasang di sejumlah daerah di Indonesia.

Hingga kini, alat sejenis EWAS belum tersedia di pasaran. Sekalipun ada, harga yang ditawarkan relatif mahal karena didatangkan dari luar negeri. Masalah lainnya adalah biaya operasional dan biaya perawatan alat tersebut juga relatif sangat mahal yang berpotensi membebani anggaran.

Permasalahan tersebut yang membuat peneliti UI memiliki ide untuk menciptakan EWAS. EWAS telah sukses dipasang di wilayah terdampak gempa yakni di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat dan di Desa Muara Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Lebak, Banten. Manfaat EWAS yang dipasang secara tersebar di wilayah-wilayah tersebut telah dirasakan warga setempat.

‎“Latar belakang diciptakannya EWAS mengingat adanya sejumlah rangkaian gempa yang terjadi di Indonesia beberapa tahun terakhir.  Dari bencana alam tersebut, kami melihat perlu sekali meningkatkan kemampuan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan bencana sehingga dapat menekan risiko celaka yang lebih besar," tutur Supriyanto dalam keterangan Humas UI, Sabtu 31 Agustus 2019 . EWAS mampu mengatasi keterlambatan masyarakat menyadari kehadiran gempa bumi, sehingga membantu masyarakat untuk lebih sigap menyelamatkan diri beserta keluarga. EWAS pun merupakan alat yang handal dan reliable dengan harga yang terjangkau.‎***

 

Bagikan: