Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian berawan, 22.3 ° C

Indonesia jadi Negara Pertama untuk Peluncuran Akademi Instagram

Asep Budiman
null
null

BANDUNG, (PR).- Sebagai layanan berbagi konten visual dengan lebih dari 25 juta akun bisnis di seluruh dunia, Instagram telah menjadi salah satu medium pilihan untuk mengembangkan usaha kecil dan menengah. Studi IPSOS di Indonesia tentang Dampak Instagram pada Usaha di Indonesia tahun 2018 mengungkapkan bahwa Instagram memunculkan wirausahawan muda (di bawah 35 tahun) dan 82 persen dari mereka mengandalkan Instagram untuk mencapai target bisnis. 

Melihat fenomena bisnis anak muda yang terus berkembang, Instagram meluncurkan Akademi Instagram. Sebuah program pelatihan global dari Instagram yang dirancang khusus bagi lebih dari 1.000 wirausaha muda untuk meningkatkan keterampilan digital guna membantu mereka dalam mengembangkan bisnis. Indonesia adalah negara pertama dimana program Akademi Instagram diluncurkan.

Ruben Hattari, Kepala Kebijakan Publik, Facebook dan Instagram Indonesia menyatakan, pihaknya melihat potensi luar biasa dari para wirausahawan muda di 
Indonesia. Dia percaya bahwa kesuksesan mereka dapat turut berkontribusi pada pertumbuhan perekonomian Indonesia. 

"Tahun lalu, #bisnisanakmuda berhasil menjadi salah satu tagar yang paling banyak digunakan di Instagram. Kami sangat senang dapat meluncurkan program Akademi Instagram pertama kalinya di Indonesia. Program ini adalah salah satu bentuk komitmen berkelanjutan kami dalam menginspirasi dan mendorong para wirausahawan untuk mencapai kesuksesan bisnis mereka," ucapnya di Aston Hotel Pasteur, Kota Bandung, Jumat, 2 Agustus 2019.

Akademi Instagram dirancang secara khusus untuk para wirausahawan muda berusia di bawah 35 tahun yang sudah menjalani bisnis setidaknya selama satu tahun. Program ini tersedia secara gratis bagi bisnis yang bergerak dalam salah satu kategori dari 16 subsektor industri kreatif Bekraf. 

Instagram juga bekerja sama dengan Kreavi, platform digital yang memiliki fokus memberdayakan para kreator visual Indonesia untuk melakukan proses kurasi 1.000 peserta berdasarkan tiga kriteria tersebut. Setelah diluncurkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli lalu, Akademi Instagram akan segera hadir di Kota Bandung (3 Agustus) dan Yogyakarta (24 Agustus). 

Selama acara berlangsung, para peserta akan mendapatkan pengetahuan dan ilmu bisnis berdasarkan kurikulum Akademi Instagram. Melalui serangkaian sesi pelatihan, para peserta akan belajar cara memahami fitur-fitur bisnis di Instagram, membuat konten yang menarik untuk pemasaran produk, serta strategi promosi yang tepat.

Lebih dari sesi pelatihan, para peserta Akademi Instagram di tiga kota juga akan mendapat kesempatan untuk mengikuti program inkubasi yang diinisiasi oleh Kreavi. Kreavi akan memilih 10 lulusan terbaik Akademi Instagram untuk mengikuti program inkubasi pada September 2019. 

Setelah mengikuti program inkubasi, Kreavi akan kembali melakukan seleksi untuk menentukan lima bisnis terbaik yang akan mengikuti acara pameran lokal agar mereka dapat menampilkan bisnis mereka ke konsumen potensial yang lebih luas.

Anto Motulz, Chief Executive Officer, Kreavi menambahkan, dia sangat menyambut positif program Akademi Instagram. Sejalan dengan komitmen Instagram untuk membantu para wirausahawan muda, dia juga ingin mendorong para pelaku kreatif untuk semakin berkembang guna memajukan pertumbuhan ekonomi kreatif di 
Indonesia. 

"Tak bisa dimungkiri, saat ini industri ekonomi kreatif semakin berkembang dengan adanya kemudahan akses internet dan media sosial. Kami berharap Akademi 
Instagram dapat mendorong para wirausahawan muda untuk lebih semangat dalam berkreasi dan berkarya," tuturnya.***

Bagikan: