Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Hujan singkat, 29.4 ° C

Ini Alasan Banyak Startup Gagal Gaet Investor

Endah Asih Lestari
MANAGING Director Workspez, startup berbasis kecerdasan buatan yang bergerak di bidang keuangan, Ricky Wijaya, sedang membagikan tips menggaet investor asing di Bandung Digital Valley, Rabu, 24 Juli 2019.*/ENDAH ASIH/PR
MANAGING Director Workspez, startup berbasis kecerdasan buatan yang bergerak di bidang keuangan, Ricky Wijaya, sedang membagikan tips menggaet investor asing di Bandung Digital Valley, Rabu, 24 Juli 2019.*/ENDAH ASIH/PR

MENDAPATKAN pendanaan dari investor untuk keberlangsungan sebuah perusahaan rintisan (startup) tak semudah membalikkan telapak tangan. Padahal,
kucuran dana adalah salah satu modal penting kelangsungan bisnis -meski bukan segalanya. 

Managing Director Workspez, Ricky Wijaya, menuturkan bahwa sebelum mendapatkan investor pertama tiga tahun lalu, ia menemui kegagalan dalam menarik
hati investor sekitar 70 kali. Hal itu berlangsung dalam kurun waktu satu tahun. 

"Sampai pada akhirnya ada salah satu calon investor yang memberi tahu apa kekurangan kami, dan dari situ kami belajar dan upgrade semuanya," ucap Ricky,
ketika ditemui Pikiran Rakyat di Bandung Digital Valley, Jalan Gegerkalong Hilir, Kota Bandung, Rabu, 24 Juli 2019 sore. 

Workspez adalah perusahaan teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang bergerak di bidang keuangan. Berdiri sejak 2016, Workspez
kini ada di empat negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Cina dan Singapura, dengan total 40 investor dari berbagai negara. 

"Kebanyakan faktor kegagalan menarik investasi asing adalah laporan keuangan startup yang tidak mengikuti standar IFRS," ucap Ricky. IFRS merupakan
kependekan dari International Financial Reporting Standards.

Selain itu, Ricky juga menyebutkan soal rencana bisnis (bussiness plan) yang buruk serta kondisi perusahaan yang jauh dari investment grade sebagai alasan
utama startup gagal menggaet investor. 

Menurut dia, sebuah rencana bisnis yang baik meliputi detail keperluan yang komprehensif, proses rencana yang tepat dan jelas, rencana penggunaan dana
yang jelas, realistis, serta anggota tim yang tepat (dream team). 

"Laporan analisa industri juga akan menjadi faktor penting yang dipertimbangkan investor, ini harus disertakan, bisnis yang kita buat harus tetap digunakan
hingga masa depan, artinya jangan sampai membuat bisnis yang ke depan tidak lagi digunakan," tuturnya. 

Untuk menarik hati investor dalam berinvestasi, Ricky menyebutkan beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan. Misalnya, menyertakan laporan keuangan yang tepat dan akurat, ada prototype atau sampel, serta memiliki bussiness forecast dan bussiness plan. 

"Yang juga penting ketika presentasi, yaitu pitching deck story yang menarik, serta ada video intro menarik berdurasi antara dua hingga empat menit," ujarnya.***

Tags
Bagikan: