Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Hujan singkat, 29.4 ° C

Uji Coba Mesin Kapsul Crew Dragon Kembali Ditunda

Huminca Sinaga
SPACEX memberikan pernyataan terkait penyelidikan kecelakaan April, penyebabnya kemungkinan berasal dari katup yang bocor dan menyebabkan ledakan.*/REUTERS
SPACEX memberikan pernyataan terkait penyelidikan kecelakaan April, penyebabnya kemungkinan berasal dari katup yang bocor dan menyebabkan ledakan.*/REUTERS

CAPE CANAVERAL, (PR),- Perusahaan transportasi luar angkasa ‘SpaceX’ hampir menemukan penyebab meledaknya salah satu mesin kapsul astronotnya, Crew Dragon, pada April lalu.

Hal itu terungkap tak lama setelah  seorang eksekutif  di Space X  pada awal pekan ini, mengungkapkan bahwa pengiriman mesin kapsul Crew Dragon tahun ini kemungkinan sulit terealisasi.

Crew Dragon dijadwalkan pada awal tahun ini untuk membawa astronot AS ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, dalam misi uji coba berawak pertama pada bulan Juli. Meskipun demikian,  tanggal itu akhirnya mundur hingga November setelah ledakan dan beberapa kendala lainnya dalam desain pesawat.

Pernyataan sang eksekutif pada Senin lalu tersebut adalah tanda-tanda baru bahwa jadwal bisa  kembali mundur hingga tahun 2020.

Seperti dilansir Reuters, Selasa 16 Juli 2019, Hans Koenigsmann, wakil presiden SpaceX untuk Keandalan Penerbangan & Penerbangan mengatakan: “Saya cukup optimis pada titik waktu ini karena kami memiliki jalur maju yang baik." 

Ia juga menambahkan: “Tapi seperti yang saya katakan, masih belum cukup. Penekanan saya benar-benar memastikan ini aman ... Pada akhir tahun ini, saya tidak berpikir itu tidak mungkin, tetapi semakin semakin sulit. “ 

SpaceX memberikan pernyataan terkait penyelidikan kecelakaan April, penyebabnya kemungkinan berasal dari katup yang bocor dan menyebabkan ledakan.

NASA telah mengucurkan dana ke SpaceX 2,6 miliar dolar AS dan Boeing Co 4,2 miliar dolar AS untuk membangun sistem peluncuran roket dan kapsul, untuk mengembalikan astronot ke Stasiun Luar Angkasa Internasional dari AS untuk pertama kalinya, sejak jadwal program tersebut molor pada tahun 2011.

Koenigsmann, sebagai dewan investigasi yang diselenggarakan oleh SpaceX tepat setelah ledakan April, mengatakan bahwa penyelidikan itu hampir selesai. Salah satu hasilnya, perusahaan ruang angkasa SpaceX perlu membuat beberapa perubahan pada desain Crew Dragon sebelum dapat dipercaya untuk mengirim manusia ke luar angkasa.***

Bagikan: