Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Sedikit awan, 24.7 ° C

Selama Mudik dan Balik, Lonjakan Traffic Data Capai 30% 

Asep Budiman
SELAMA arus mudik dan balik Lebaran bakal terjadi lonjakan lalu lintas (traffic) data.*/CANVA
SELAMA arus mudik dan balik Lebaran bakal terjadi lonjakan lalu lintas (traffic) data.*/CANVA

BANDUNG, (PR).- Sejumlah penyedia layanan telekomunikasi (provider) sudah mengantisipasi kemungkinan lonjakan lalu lintas (traffic) data selama arus mudik dan balik Lebaran. Diprediksi, rerata lonjakan traffic selama Lebaran hingga 30 persen dibandingkan dengan hari-hari normal.

Salah satu provider yang meningkatkan jaringan untuk mengantisipasi lonjakan traffic adalah Smartfren. Pada tahun 2019, beragam langkah telah diambil Smartfren untuk memastikan kelancaran komunikasi dan memenuhi kebutuhan selalu terkoneksi dari setiap pelangannya, antara lain dengan melakukan Iangkah optimasi pada daerah yang dianalisis akan mengalami peningkatan traffic, serta melakukan uji kesiapan final di seluruh jalur mudik. 

”Ramadan tahun lalu sepanjang jalur mudik Pulau Jawa serta di kota singgah/tujuan lalu lintas komunikasi mengalami peningkatan tren bukan hanya dari H-3, namun sejak seminggu menjelang ldulfitri," ujar Edward Bambang, Regional Head West Java, Jumat, 24 Mei 2019.

Dari hasil dilakukannya uji kesiapan jaringan 4G LTE Advanced Smanfren, tahun ini Smartfren akan menambah kapasitas rata-rata 30 persen, serta mempersiapkan tim task force di lapangan dan pemantauan di seIuruh jalur mudik, lokasi publik, dan kota tujuan.

"Kami memprediksi kenaikan traffic di bulan Ramadan tahun ini terjadi mulai pukul 16.00-1.00 pada layanan media sosial serta aplikasi streaming musik dan video. Kenaikan traffic juga disumbang para gamer," ujarnya.

Regional Network Operation and Maintenance Manager Heru Setiawan menambahkan, kenaikan traffic sudah terjadi sebelum Ramadan sekitar 10 persen. Kenaikan traffic terus berangsur tinggi hingga puncaknya pada H-2 Lebaran mencapai 30 persen. Untuk itu, pihaknya memonitor secara kontinu sejak H-7 hingga H+7 Lebaran.

"Titik terpadat di Jabar, seperti Tasikmalaya dan Cirebon sebagai pintu gerbang ke Jateng dan Jatim," ucapnya.

Sementara di kota besar seperti Bandung, ungkap Heru, traffic akan relatif sepi sehingga kapasitas yang biasanya menumpuk di kota dialihkan ke jalur mudik. Selain pengalihan kapasitas, Smartfren juga meningkatkan kapasitas yang ada.

Secara nasional, Smartfren menyiapkan 75 mobile base transceiver station (BTS). Di Jabar, disiapkan 10 mobil BTS yang siap menyelesaikan gangguan traffic dalam waktu 1-2 jam.***

Bagikan: