Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sebagian cerah, 32.4 ° C

Sub Machine Gun Cakrawana, Senjata Andalan Polisi Hutan

Kodar Solihat
SENJATA Sub Machine Gun PM3, produksi andalan Indonesia.*/KODAR SOLIHAT/PR
SENJATA Sub Machine Gun PM3, produksi andalan Indonesia.*/KODAR SOLIHAT/PR

BANDUNG, (PR).- Produksi senjata api jenis sub-machine gun (SMG) atau disebut pula pistol mitraliur buatan Indonesia terus berkembang, dimana industri pertahanan dalam negeri PT Pindad (persero) melansir produk terbarunya, PM3. Oleh PT Pindad, kemunculan SMG PM-3 diharapkan mampu menyaingi produk terkenal asal Jerman, MP-5, yang sama-sama menggunakan peluru kaliber 9 mmx19.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad,  Ade Bagdja, di Bandung, baru-baru ini kepada PR Online menyebutkan, bahwa PM3 merupakan produk sub-machine gun terbaru buatan PT Pindad. Dengan kemunculan PM3, membuat generasi ketiga produk sub-machine gun buatan Pindad, setelah sebelumnya adalah PM1/PM1A1 dan PM2, dimana PM merupakan kependekan dari Pistol Mitraliur. 

Personel Departemen Umum PT Pindad, Gunawan, saat pameran HUT Pindad ke-36/2019, di Kiaracondong, Bandung, Minggu, 28 April 2019 menunjukan produk SMG PM3, yang dibuat tiga versi, masing-masing PM3 untuk versi militer, dan untuk sipil yaitu  Cakrawana (khusus polisi hutan), dan PCC (sporter alias penghobi olahraga menembak). Ketiga versi SMG PM3 itu semuanya secara umum bentuknya mirip dan menggunakan peluru kaliber 9mm x 19, namun bedanya, PM3 menggunakan mode tembakan otomatis, sedangkan Carkrawana dan PCC sama-sama hanya model tembakan semiotomatis.  

“Sudah ada beberapa yang digunakan masing-masing oleh militer, satuan polisi hutan, maupun sipil melalui Perbakin. Mudah-mudahan ‘keluarga’ PM3 bisa naik gengsinya, dengan mampu menyaingi produk asal Jerman, MP-5,” ujarnya.

Dari tampilan PM3 yang diamati PR Online, tampak senjata tersebut menggunakan sistem gas operated, desainnya sudah mode kekinian, dengan juga bersistem modular, dengan dilengkapi picatinny rail, sehingga dapat dipasangi aneka aksesoris, seperti alat bidik dan gagang vertikal, serta larasnya dapat dipasangi peredam suara tembakan. Selain warna dasar hitam, ada pula yang dicat mode yang sedang ngetrend, yaitu warga gurun pasir. 

Data teknis dari PT Pindad, PM3, Cakrawana, maupun PCC sama-sama memiliki panjang laras 210 mm, dengan rifling 6 grooves, bobot standar 3,15 kg, panjang senjata 720 mm (dengan popor ditarik), 494 mm (popor didorong), rate of fire 750-850 rpm, dengan karak tembak efektif 75 meter.***

Bagikan: