Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sebagian berawan, 20.5 ° C

Kinerja Otak Tetap Terjaga, Mulailah dengan Bersih-bersih Rumah

Huminca Sinaga
null
null

LONDON, (PR).- Para peneliti menyatakan bahwa pekerjaan ringan seperti bersih-bersih rumah dapat membantu untuk menjaga kinerja otak. Hal ini menambahkankan bukti bahwa hal-hal kecil dapat membantu tubuh untuk berolah raga.

Dilansir The Guardian, Selasa 23 April 2019, temuan ini merefleksikan panduan yang segera dirilis oleh para kepala petugas medis di Inggris. 

Sementara di AS hasil penelitian itu telah dibuat menjadi pedoman yang isinya menyebutkan bahwa aktivitas ringan atau olah raga singkat sangat bermanfaat bagi kesehatan. Pernyataan itu berlawanan dengan keyakinan sebelumnya bahwa ada titik maksimal yang harus dicapai jika ingin mendapatkan manfaat yang signifikan dari berolahraga.

“Hasil penelitian kami tidak mengabaikan aktivitas fisik baik yang sedang atau berat. Semuanya sama bermanfaatnya untuk masa tua yang lebih sehat. Kami hanya menunjukkan bahwa aktivitas fisik yang intensitasnya ringan mungkin penting juga, terutama untuk otak,"vkata Dr Nicole Spartarno, pencetus studi dari Boston University. Ia juga menambahkan bahwa aktivitas ringan yang dimakud termasuk berjalan kaki atau pekerjaan rumah tangga.

Tim peneliti internasional melaporkan bagaimana cara mereka menarik kesimpulan dari penelitian tersebut. Seperti yang tertulis dalam jurnal Jama Network Open, selama tiga hari, mereka mempelajari data aktivitas dari 2.354 orang paruh baya di AS. Selain itu mereka pun melakukan pemindaian pada otak para peserta.

Di hari terakhir, para peneliti menghitung volume otak individu. Mereka mengaitkan hal itu dengan proses penuaan karena sekitar 0,2% dari volume otak hilang setiap tahun setelah usia 60. Spartano mencatat bahwa kehilangan atau menyusutnya jaringan otak berkaitan dengan demensia.

Memperpanjang usia

Setelah mempertimbangkan beberapa faktor termasuk jenis kelamin, status merokok, dan usia, tim menemukan bahwa mereka yang melakukan aktivitas fisik ringan setiap hari memiliki 0,22% volume otak yang lebih besar, sama dengan mengalami penuaan setahun lebih lambat dari yang lain. Kemudian, mereka yang setidaknya berjalan 10.000 langkah sehari memiliki volume otak 0,35% lebih besar daripada mereka yang berjalan kurang dari 5.000 langkah sehari. 

Penuaan otak pun lebih lambat 1,75 tahun. Hasilnya lainnya ternyata lebih baik untuk mereka yang memenuhi pedoman yang direkomendasikan untuk aktivitas fisik, yang berada di tingkat ini ada lebih dari setengah dari peserta.

Dari hasil tersebut, Spartano mengatakan, bukan berarti orang-orang harus berhenti untuk terus berolah raga. "Tingkat kebugaran yang lebih tinggi dapat memperpanjang usia dan memberikan kualitas hidup yang lebih baik di hari tua. Hal itu juga dapat membantu mencegah adanya demensia,” ungkapnya.

Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan: berdasarkan yang terjadi saat itu, peserta kebanyakan merupakan orang kulit putih dan tidak dapat membuktikan sebab-akibat dari memperlambatnya penuaan otak. Para peneliti menambahkan bahwa tidak semua waktu yang dihabiskan untuk dudu diam "buruk" bagi otak, terutama jika orang tersebut memiliki pekerjaan yang mengharuskannya untuk selalu berpikir.

Emmanuel Stamatakis, profesor aktivitas fisik, gaya hidup dan kesehatan masyarakat dari University of Sydney, mempertanyakan beberapa hasilnya juga.

“Temuan dari kegiatan ringan yang berpengaruh pada volume otak ini merupakan hal yang baik karena orang-orang pruh baya juga dapat bahkan lebih sering melakukannya.” Akan tetapi dia juga menambahkan bahwa secara biologis tidak ada alasan yang benar-benar masuk akal mengenai penryataan aktivitas ringan lebih baik dari aktivitas lainnya. Jika untuk kesehatan jantung, kata Stamatakis, satu menit aktivitas berat diketahui lebih bermanfaat daripada satu menit aktivitas ringan.

Dr James Pickett, kepala penelitian di Alzheimer's Society, menekankan bahwa penelitian ini tidak melihat dampak dari berbagai tingkat aktivitas pada risiko demensia. Meskipun diketahui secara umum, olahraga mengurangi risiko kondisi seperti itu. "Jangan khawatir jika anda bukan seorang pecinta olahraga lari, tapi jikaAnda memiliki sesuatu yang dapat dilakukan setiap hari dan menikmatinya hal itu juga baik untuk kesehatan jantung dan kepala anda," ujarnya.****

Bagikan: