Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Sedikit awan, 20.9 ° C

Ternyata Biaya Produksi iPhone Tak Sampai 50% dari Harga Jual

Yusuf Wijanarko
Apple/REUTERS
Apple/REUTERS

MAHALNYA harga produk Apple kerap membuat konsumen tercengang. Banyak yang menyebut, biaya bahan dan produksi iPhone tidaklah seberapa dibandingkan harga jualnya.

Guna mengkonfirmasi hal tersebut, Pikiran Rakyat dan CupoNation mengumpulkan data dari biaya produksi iPhone dari masa ke masa dan membandingkannya dengan harga resmi iPhone saat peluncuran.

Hanya 33,07% dari harga resmi

Berdasarkan data yang dikumpulkan dari 18 model iPhone yang dirilis sejak 2008 hingga 2018, iPhone memiliki persentase biaya produksi rata-rata 33,07% dari harga resmi iPhone saat peluncuran.

Meskipun memiliki biaya produksi yang terbilang rendah, inovasi dalam pembuatannya begitu berharga sehingga iPhone tetap diminati harga jualnya di atas rata-rata smartphone di pasaran.

Biaya produksi iPhone XS Max 35% dari harga resmi iPhone

Salah satu model smartphone yang baru diluncurkan Apple adalah iPhone XS Max yang dijual dengan harga fantastis, sekira Rp 15.378.032.

IPHONE XS Max/APPLE

Jika menyimak biaya produksi dan bahannya, untuk memproduksi satu iPhone XS Max, setidaknya Apple harus mengeluarkan biaya sekira Rp 5.459.610.

Apabila angka tersebut disandingkan dengan harga resmi saat peluncuran, maka biaya produksi iPhone XS Max yaitu sekira 35% dari harga jualnya.

iPhone dengan biaya produksi paling mahal dibanding harga jual

iPhone SE merupakan produk Apple yang dibanderol dengan harga lebih murah dari model lain. Saat peluncuran, harga iPhone SE dibanderol sekira Rp 5.583.107. Meski memiliki harga yang terbilang rendah, biaya produksi iPhone SE justru mengambil porsi cukup besar yaitu sekira 39% dari harga jual.

IPHONE 8/APPLE

Setidaknya, Apple harus mengeluarkan biaya sekira Rp 2.186.644 untuk memproduksi setiap unitnya.

Berikutnya adalah persentase biaya produksi iPhone terhadap harga jual diurutkan dari yang tertinggi

1. iPhone SE: 39% - biaya produksi: Rp 2.186.644, harga jual: Rp 5.583.107
2. iPhone X: 37% - biaya produksi: Rp 5.181.068, harga jual: Rp 13.978.757
3. iPhone 7: 37% - biaya produksi: Rp 3.330.922, harga jual: Rp 9.081.295
4. iPhone 8 Plus: 36% - biaya produksi: Rp 4.032.832, harga jual: Rp 11.180.207
5. iPhone XS Max: 35% - biaya produksi Rp 5.459.610, harga jual: Rp 15.378.032
6. iPhone 7 plus: 35% - biaya produksi Rp 3.792.049, harga jual: Rp 10.760.425
7. iPhone 8: 35% - biaya produksi Rp 3.464.892, harga jual: Rp 9.780.932
8. iPhone 3G S: 35% - biaya produksi Rp 2.414.268, harga jual: Rp 6.982.382
9. iPhone 4: 34% - biaya produksi Rp 2.624.952, harga jual: Rp 7.682.020

iPhone dengan biaya produksi paling murah dibanding harga jual

Biaya produksi iPhone tidak sampai 50% dari harga jualnya. Bahkan, rata-rata biaya produksi iPhone hanya mengambil 33,07% dari harga resmi saat peluncuran.

iPhone 6 Plus adalah smartphone yang memiliki biaya produksi terendah yaitu sekira Rp 2.955189.

Jika dibandingkan harga jualnya yang sekira Rp 10.480.570, persentase biaya produksi iPhone 6 Plus hanya 28% dari harga jual.

Berikut ini persentase biaya produksi iPhone terhadap harga jual diurutkan dari yang terendah:

1. iPhone 6 Plus: 28% - biaya produksi Rp 2.955.189, harga jual: Rp 10.480.570
2. iPhone 6S: 29% - biaya produksi Rp 2.630.552, harga jual: Rp 9.081.295
3. iPhone 4S: 29% - biaya produksi Rp 2.631.812, harga jual: Rp 9.081.295
4. iPhone 5C: 30% - biaya produksi Rp 2.323.834, harga jual: Rp 7.682.020
5. iPhone 5S: 30% - biaya produksi Rp 2.727,705, harga jual: Rp 9.081.295
6. iPhone 6: 30% - biaya produksi Rp 2.745.204, harga jual: Rp 9.081.295
7. iPhone 6S Plus: 31% - biaya produksi Rp 3.240.769, harga jual: Rp 10.480.570
8. iPhone 5: 31% - biaya produksi Rp 2.785.801, harga jual: Rp 9.081.295
9. iPhone 3G: 33% - biaya produksi Rp 2.328.174, harga jual: Rp 6.982.382

Seluruh perbandingan itu dibuat berdasarkan harga iPhone dengan model paling standard. Seluruh harga iPhone tersebut merupakan harga resmi iPhone yang diluncurkan di Amerika Serikat tanpa kontrak operator seluler.***

Bagikan: