Pikiran Rakyat
USD Jual 14.060,00 Beli 14.158,00 | Sebagian berawan, 21.3 ° C

Huawei Buka Kemungkinan Jual Cip 5G kepada Apple

Okky Ardiansyah
REN Zhengfei.*/FINANCIAL TIMES
REN Zhengfei.*/FINANCIAL TIMES

HUAWEI membuka kemungkinan untuk menjual cip 5G berkecepatan tinggi kepada pesaing mereka, Apple. Kemungkinan itu dilontarkan langsung oleh pendiri sekaligus CEO Huawei, Ren Zhengfei.

“Kami terbuka untuk Apple dalam hal ini (menjual cip 5G berkecepatan tinggi),” ucap Ren sebagaimana mengutip CNBC.

Huawei memang mengawali bisnis teknologi dengan menggarap dan menjual smartphone dengan harga murah. Sebab, Huawei menargerkan pangsa pasarnya di pasar kelas bawah.

"Kami menetapkan harga berdasarkan biaya kami, yang relatif rendah. Kami berhasil menekan biaya produksi via pendekatan manajemen barat. Akibatnya, kami menetapkan harga pada tingkat yang relatif rendah. Kami telah mempertimbangkan hal itu," ucap Ren.

Akan tetapi, kebijakan tersebut lalu diubah. Huawei mengalihkan fokus ke pangsa pasar kelas atas. Peralihan tersebut menandakan Huawei sebagai pesaing Apple dan Samsung.

Manuver tersebut tergolong berhasil. Selain menciptakan smartphone flagship, Huawei mengembangkan cip dan prosesor sendiri, termasuk 5G yang menghadirkan data dengan kecepatan sangat tinggi.

Huawei bisa jadi alternatif Apple

Cip 5G yang dikembangkan Huawei bisa menjadi daya tarik bagi Apple. Ini karena sejauh ini, Apple belum merilis perangkat 5G yang dapat mendukung i-Phone.

Selain itu, Apple tengah berkonflik dengan Qualcomm soal hak paten. Karena konflik itu, Apple hanya berkerja sama dengan Intel dalam hal pengembangan perangkat.

Yang menjadi persoalan Apple adalah Intel belum mampu mengembangkan cip 5G untuk tahun ini. Jika berkukuh untuk terus menjalin kerja sama dengan Intel, Apple, kemungkinan besar, tak bakal merilis produk berperangkat 5G tahun 2019.

Maka itu, cip 5G milik Huawei bisa menjadi alternatif terbaik untuk perusahaan smartphone asal Amerika Serikat itu. Namun, CNBC melaporkan bahwa Apple belum mau berkomentar terkait cip 5G Huawei.

Urusan politik

Meski demikian, rencana Huawei untuk menjual cip 5G kepada Apple terhalang urusan politik. Pasalnya, pemerintah Amerika Serikat menyebut Huawei sebagai perusahaan teknologi yang dapat menggerus keamanan nasional dengan melakukan spionase.

Kendati sudah berulang kali membantah, Huawei tak mendapatkan kans besar untuk menyentuh pasar Amerika Serikat. Hal itu dapat dilihat dari keenganan operator telekomunikasi utama Amerika Serikat untuk menjual smartphone Huawei.

Pengakuan Ren akan kehebatan Steve Jobs

Di sisi lain, Ren secara ekplisit mengakui kehebatan pendiri Apple, Steve Jobs. Ia bahkan menyebut Steve Job sebagai orang yang sang hebat.

“Steve Jobs hebat bukan karena ia menciptakan Apple, tetapi karena ia mampu menciptakan era, era internet seluler. Mengatakan bahwa ia hebat adalah pernyataan yang meremehkan. Karena, saya pikir, ia sangat hebat,” katanya.

Ren pun menceritakan bahwa putrinya yang bernama Annabel Yao merupakan pengagum Steve Jobs. Pada 2011, Annabel Yao meminta Ren untuk berhenti melakukan kegiatan setelah mendengar kabar kematian Steve Jobs.

"Ketika Steve Jobs meninggal, dia dan saya sedang berlibur di pegunungan bersama keluarga. Putriku yang lebih muda adalah penggemar Tuan Jobs, mengusulkan agar kami berhenti sejenak untuk berduka, dan kami melakukannya," tutup Ren.***

Bagikan: