Pikiran Rakyat
USD Jual 14.393,00 Beli 14.093,00 | Sebagian berawan, 23.3 ° C

Pistol Armo Berbahan Polimer, Ini Penjelasannya

Kodar Solihat

PT Pindad (persero) memproduksi pistol polimer bernama Armo dengan sistem modular.*/KODAR SOLIHAT/PR
PT Pindad (persero) memproduksi pistol polimer bernama Armo dengan sistem modular.*/KODAR SOLIHAT/PR

BANDUNG, (PR).- Produksi senjata genggam jenis pistol buatan Indonesia kini melangkah kepada produk berbahan polimer, dengan siap diedarkannya produk terbaru buatan industri pertahanan Indonesia, PT Pindad (persero) yaitu pistol polimer bernama Armo dengan sistem modular. Pistol Armo yang dibuat varian V1, V2, dan V3 tersebut menyasar kalangan militer, kepolisian, dan institusi lainnya yang meminati menggunakan pistol tren dunia berbahan polimer.

Tampilan ketiga varian pistol Armo tersebut dipajang pada display saat kunjungan Menteri Pertahanan Indonesia, Ryamizard Ryacudu ke PT Pindad, Kiaracondong, Bandung, Jumat 12 April 2019. Ketiga varian pistol Armo semuanya menggunakan sistem double acttion, sistem modular menggunakan picatinny rail, standar peluru kaliber 9 mm x 19, dengan jarak tembak efektif 25 meter. 

Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose, di Bandung, menyebutkan, diproduksinya pistol Armo merupakan inovasi untuk memproduksi pistol berbahan polimer. Diketahui, pada kancah industri senjata dunia dimana produksi senjata ringan, kini banyak yang menggunakan bahan polimer untuk keperluan agar lebih terasa ringan namun kuat. 

Ketika dikonfirmasi pengamatan “PR” Online, dimana tampak desain ketiga varian pistol Armo itu cukup mirip produk buatan Tanfoglio Italia, dijawab Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose, “Memang, karena bekerja sama dengan Tanfoglio Italia. Tujuannya, agar Pindad dapat memproduksi pistol berbahan polimer,” ujarnya.

Disebutkan Abraham Mose, pistol Armo merupakan produksi terbaru dari Pindad yang baru kini diperkenalkan. Namun Pindad siap memasok sekitar 2.500 pucuk pistol Armo bagi sejumlah institusi atau pihak berwenang di Indonesia yang meminati penggunaan pistol berbahan polimer, dengan alasan bobotnya lebih ringan dibandingkan dari bahan baja.  

Kepala Divisi Persenjataan PT Pindad, Yayat Ruyat menyebutkan, produksi pistol berbahan polimer yang dilakukan PT Pindad, diantaranya menyasar pasar bagi Polri, institusi, dan penghobi olahraga senjata, bahkan pihal Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pada institusi dan kalangan dimaksud, pistol Armo diharapkan disukai peminat pistol berbahan polimer sebagai alternatif baru, walau selama ini pihak Polri diketahui sudah menyukai pistol berbahan baja buatan Pindad yang lebih dahulu diproduksi yaitu MAG4 dan TNI menyukai G2 (juga kaliber 9 mm x 19).

Menurut dia, dengan diproduksinya pistol polimer Armo, merupakan langkah awal oleh PT Pindad untuk selanjutnya berencana memproduksi senapan serbu dan senapan tempur berbahan polimer. Walau senjata api berbahan polimer sedang ngetren di dunia, namun masih tetap sebuah pilihan bagi para pengguna, karena ada yang masih lebih menyukai senjata berbahan baja namun ada pula yang menyukai berbahan polimer.*** 

Bagikan: