Pikiran Rakyat
USD Jual 14.393,00 Beli 14.093,00 | Sebagian berawan, 23.3 ° C

6 Kesalahan yang Sering Terjadi Ketika Belanja Online, Ini Solusinya

Yusuf Wijanarko
BELANJA online/THESTAR
BELANJA online/THESTAR

MESKI sudah berhati-hati, kadang ada masalah saat belanja online. Kehadiran internet telah mengubah cara pandang orang terhadap aktivitas belanja. Kini, belanja bisa dilakukan di mana saja berkat banyaknya platform jual-beli di internet.

Berbagai produk semakin mudah didapat karena perusahaan e-commerce terus memutakhirkan layanan di platformnya.

Tak hanya dari segi ketersediaan produk, perusahaan e-commerce yang jumlahnya masif di Indonesia turut memberi perhatian kepada aspek lain seperti user interface hingga kemudahan pembayaran.

Akan tetapi, terkadang tetap saja ada masalah yang terjadi saat belanja online. Untuk membantu Anda memahaminya, iPrice merangkum 6 masalah umum yang biasa muncul ketika belanja online.

Biaya tambahan

Salah satu faktor yang membuat sejumlah orang belanja online adalah harga produk yang langsung bisa diketahui dan dapat dibandingkan.

Kita tak perlu bertanya kepada pedagang karena harga produk sudah terpajang jelas. Karena sudah mengetahui harga yang sebenarnya, pembeli bisa dapat langsung mengambil keputusan.

Akan tetapi, kemudahan itu terkadang jadi gerbang masalah. Sebab, pajangan harga yang dikira murah dapat tiba-tiba menjadi mahal ketika pembeli memproses pembayaran.

DOK PR

Perubahan harga yang beranjak naik itu disebabkan adanya sejumlah biaya tambahan yang tidak disertakan dalam harga awal.

Untuk mengatasi masalah ini, pastikan rincian biaya yang tertera di keranjang belanja sesuai dengan bilangan harga yang terlihat saat memilih produk terkait.

Pastikan pula komponen biaya sesuai dengan yang dipilih. Terkadang, ada komponen biaya opsional yang ditambahkan secara otomatis di keranjang belanja. Contohnya, komponen asuransi pengiriman yang sejatinya bisa ditolak.

Mutu produk

Belanja online kerap menimbulkan masalah mutu barang yang tidak baik. Alasannya sederhana, wujud fisik produk yang dipilih tidak benar-benar diperhatikan penjual. Pembeli juga tidak berkesempatan menjalankan kontrol mutu terhadap produk terkait karena terbatasnya kontak di dunia maya.

Hal itu jadi isu yang cukup mencoreng kredibilitas platform belanja online pada beberapa tahun lalu.

Seiring perkembangannya, pedagang semakin didorong memastikan mutu barang dagangannya benar-benar sesuai ekspektasi yang terbentuk dari tampilan visual di etalase digital mereka.

Meski begitu, tidak ada salahnya untuk konsisten memerhatikan mutu produk yang ingin dibeli.

Prioritaskan produk yang memiliki detail foto sebanyak-banyaknya agar bisa mengetahui bentuk dan kondisi produk dengan rinci.

Berkomunikasilah dengan penjual perihal detail tambahan yang ingin diketahui. Jangan lupa pula menimbang ulasan dari sejumlah pembeli yang sudah terlebih dahulu membeli produk terkait.

Pembayaran digital

Sistem pembayaran belanja online semakin canggih dan tidak perlu lagi harus dengan mengirimkan uang melalui ATM untuk merampungkan pembayaran. Kini, sejumlah toko online menyediakan pilihan pembayaran dari kartu debit hingga dompet digital yang semakin luas ekosistemnya.

Akan tetapi, sistem yang canggih pada suatu waktu dapat membuat kesalahan. Pemicu kesalahan itu biasanya ada dua, karena teknis dan nonteknis.

E-commerce.*/DOK. PR

Fator teknis bisa berupa jaringan internet yang kurang baik. Faktor teknis juga bisa berupa sistem situs pembayaran yang belum sepenuhnya siap. Misalnya, ketiadaan panel konfirmasi pembayaran atau tombol pembatalan pembayaran.

Sementara faktor nonteknisnya seperti kecermatan pembeli ketika memproses pembayaran. Misalnya, cermat dalam memastikan nominal biaya yang dibayar sesuai dengan tagihan.

Pastikan memeriksa kembali status koneksi internet serta lakukan pengecekan ganda terhadap tagihan sebelum memproses pembayarannnya.

Aspek keamanan

Sejumlah orang tergolong sungkan belanja online karena sangsi dengan keamanan yang dihadirkan selama transaksi. Hal itu memang benar karena tangan-tangan jahil turut menggunakan platform toko online untuk melancarkan aksi kriminal seperti penipuan.

Untuk mengatasinya, langkah pertama yakni dengan mengidentifikasi validitas penjual. Anda dapat mengidentifikasinya melalui reputasi yang dirujuk menggunakan jumlah bintang. Bisanya platform e-commerce menyediakan reputasi bintang dari 1 hingga 5 yang bisa disematkan oleh pembeli pada si penjual.

Semakin tinggi bintang yang dimiliki penjual, reputasi yang bersangkutan semakin baik. Cara kedua yakni dengan mengecek riwayat digital penjual di internet. Riwayat digital itu dapat ditemukan di media sosial yang bersangkutan.

Proses pengiriman

Perkara lainnya yang juga ditakutkan saat belanja online yakni pengiriman. Pertanyaan yang kerap muncul adalah apakah barang yang dipesan akan segera dikiri? Atau, bagaimana bila ternyata pesanan tidak pernah sampai ke alamat yang dituju?

Kekhawatiran semacam itu bisa diminimalisasi dengan aktif memantau sistem pelacakan yang tersedia dalam platform e-commerce maupun perusahaan logistik terkait.

Dengan memantau perkembangan pengiriman barang, Anda dapat mengetahui dan menindak dengan cepat bila barang yang kirim tidak menuju alamat yang dimaksud.

Pengembalian barang

Masalah belum akan berhenti meski barang yang diinginkan sudah sampai ke tangan Anda. Kadang barang yang diinginkan tidak sesuai dengan produk yang digambarkan di etalase toko online.

Konsumen berhak mengembalikan barang terkait untuk kemudian diganti dengan barang yang seharusnya atau dana transaksi dikembalikan ke pembeli.

Jika berbelanja di platform e-commerce yang bereputasi baik, prosedur pengembalian barang biasanya sudah diatur sedemikian baik. Namun, Anda akan menemukan tata cara pengembalian barang yang lebih merepotkan dan menghabiskan waktu di satu atau dua toko online.

Bagaimana agar proses pengembalian barang tidak mendatangkan masalah baru? Hal pertama yang harus dilakukan yakni memastikan struk atau catatan belanja ada. Struk belanja menjadi modal utama untuk membuktikan bahwa Anda memang telah melakukan transaksi di toko yang bersangkutan.

Langkah selanjutnya, pastikan Anda menjelaskan alasan pengembalian secara logis dan rinci. Kemudian pastikan Anda mengembalikan barang dalam periode waktu yang telah ditentukan.***

Bagikan: