Pikiran Rakyat
USD Jual 14.603,00 Beli 14.303,00 | Sebagian cerah, 28.8 ° C

Survei Line Today Ungkap Fakta Kaum Milenial Soal Pemilu 2019

Yusuf Wijanarko
Line/DOK. PR
Line/DOK. PR

SURVEI Line Today menyebut, hampir 40 persen pemilih dalam Pemilu 17 April 2019 merupakan generasi milenial. Sehingga, wajar dua kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden berusaha menarik simpati dari kelompok ini.

Akan tetapi, yang menjadi persoalan adalah bagaimana kepedulian generasi milenial terhadap penyelenggaraan pesta demokrasi yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali? Kenyataannya ternyata masih rendah.

Dalam survei Line Today itu, disebutkan bahwa masih banyak pemilih yang belum mengenal calon anggota legislatif atau kandidat anggota DPR dan DPD pada Pemilu 2019.

Menurut Okta Wiguna, pimpinan Line Today, dari 10 orang pemilih yang telah disurvei, 8 di antaranya tidak mengenal calon DPR dan DPD yang akan dipilih.

Padahal, angka pemilih dari kalangan milenial sangat tinggi serta akan berpengaruh terhadap perhitungan suara nantinya.

Line/DOK. PR

Okta Wiguna menjelaskan, 85 persen atau 24.432 responden tidak mengenal profil calon anggota legislatif DPD sedangkan 15 persen atau 4.300 responden sudah mengenal profil yang akan dipilihnya.

Angka dalam hasil survei Line Today itu membuat KPU harus berkerja lebih keras lagi untuk melakukan sosialisasi penyelenggaraan Pemilu 2019, termasuk memperkenalkan seluruh kandidat, tidak hanya calon presiden dan wakil presiden, tetapi juga anggota legislatif.

Hasil survei Line Today itu juga menyebutkan alasan-alasan apa saja yang menjadi pertimbangan kalangan milenial dalam memilih calonnya, termasuk tentang apa yang diinginkan dari calon anggota legislatif.

Hasilnya, 33,6 persen memilih atas program kerja, 28 persen memilih berdasarkan integritasnya, 23,40 persen memilih berlandaskan profil, 9,30 persen mempertimbangkan partai, dan 5,70 persen dari wajahnya yang dikenal.

Disebutkan juga dalam hasil survei Line Today itu, generasi milenial merupakan pemilih yang rasional. Mereka akan mempertimbangkan memilih jika mereka mengetahui program kerja yang akan dilaksanakan calon anggota DPR, DPRD, dan DPD.

Milenial rasional

Jumlah kaum milenial yang mendominasi suara Pemilu 2019 membuat mereka memiliki peranan penting. Setidaknya, mereka memiliki pandangan murni terhadap sosok pimpinan.

Kaum milenial disarankan memiliki pendirian tersendiri agar tidak terjebak dalam kegaduhan yang dilontarkan elite politik.

Wartawan Najwa Shihab menyebutkan, politik saat ini tidak lagi mengikuti aturan main yang ditetapkan KPU selaku penyelenggara melainkan menjadi ajang rangkaian keributan orang-orang "atas".

Pilpres 2019/DOK. PR

Najwa Shihab meminta kaum milenial ikut berpartisipasi dalam kegiatan politik menjelang Pemilu 2019 mengingat kaum milenial lebih suka berwirausaha dengan mendirikan startup daripada berpolitik.

Menurut Najwa Shihab, generasi milenial harus jeli dalam memilih pimpinan karena keputusan pemerintah ke depan akan berpengaruh terhadap nasib mereka dalam menjalankan kegiatan bisnis.

Antara melaporkan, Najwa Shihab juga tidak berharap ada generasi milenial yang mengambil sikap sebagai golput. Justru, menurut dia, dengan menggunakan hak politiknya berarti turut membantu mengembalikan politik kepada makna sebenarnya yaitu dengan memilih pemimpin yang dianggap layak.

Milenial menyikapi disinformasi

Peran Line Today yang meluncurkan aplikasi untuk membantu pemilih mengetahui calon legislatif dalam Pemilu 2019 patut mendapatkan apresiasi.

Sesuai hasil survei Line Today, banyak masyarakat termasuk generasi milenial yang belum mengenal siapa caleg yang akan dipilih untuk mengisi posisi di DPR, DPRD, dan DPD.

Aplikasi tersebut, selain beisi data mengenai calon presiden dan wakil presiden, juga data mengenai calon anggota legislatif.

Aplikasi semacam itu memiiki peranan penting karena berisikan fakta-fakta yang sudah diuji kebenarannya sehingga menjadi pilihan ditengah-tengah munculnya kampanye hitam dan berita hoaks.

Hoaks/DOK. PR

Tenaga Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Kebijakan Digital Dedy Permadi meminta kaum milenial ikut aktif memerangi hoaks yang semakin merajalela menjelang penyelenggaraan pemilu.

Menurut Dedy Permadi, terdapat banyak isu yang mencemaskan kaum milenial, salah satunya adalah misinformasi.

Bahkan, hasil survei Line Today menyebutkan 39 persen dari 33.000 responden menempatkan misinformasi sebagai isu yang paling mencemaskan pada Pemilu 2019.

Dedy Permadi juga memaparkan bahwa terdapat 62 hoaks besar tentang pemilu dari Agustus 2018 hingga Desember 2018, juga terdapat 100 hoaks terkait pemilu hanya dalam waktu sebulan yaitu sejak Januari 2019 hingga Februari 2019 yang menyebar secara cepat.

Octa Wiguna membantah kalau ada yang menyebutkan kaum milenial lebih sering disebut sebagai kaum yang gemar menyebarkan hoaks.

Menurut hasil observasi yang dilakukan dengan melihat komentar-komentar yang ada di Line Today, mayoritas kaum milenial justru merupakan agen yang memerangi misinformasi.

Kaum milenial justru memiliki sikap kritis atas apa yang dibaca atau dilihatnya dan sudah banyak yang mengeluhkan hoaks, khususnya di media sosial yang merambah hingga ke lingkungan keluarga.***

Bagikan: