Pikiran Rakyat
USD Jual 14.603,00 Beli 14.303,00 | Sebagian cerah, 28.8 ° C

Bagidata, Kekesalan Berbuah Peluang Bisnis

Ai Rika Rachmawati
FOUNDER startup Bagidata.*/BAGIDATA
FOUNDER startup Bagidata.*/BAGIDATA

SIAPA sangka dari kekesalan menerima SMS sampah (spam) malah jadi peluang bisnis dengan pendapatan ratusan juta rupiah? Ya, itulah yang kini tengah diraih layanan Bagidata, sebuah startup digital binaan internal PT Telkom, Digital Amoeba.

Ikhwan Reza, CEO Bagidata, mengatakan layanan itu diawali kebingungan dia saat menerima SMS spam karena dirinya tak pernah memberikan nomor ponsel tersebut kepada tenaga pemasaran. "Dengan Bagidata, justru pemilik nomor ponsel dengan sadar menyerahkan datanya yang kemudian mendapatkan keuntungan dari data mereka. Keuntungannya berupa poin dan uang yang langsung bisa ditarik ke rekening mereka," katanya dalam keterangan pers, Kamis, 7 Maret 2019. 

Selain Ikhwan, perusahaan ini digawangi Risky Gelar Maliq (Chief Product Officer), Adilla Kasandra (Chief Marketing Officer), dan Dindin Zaenudin (Chief Technical Officer). Menurut dia, Bagidata justru ingin menyadarkan masyarakat bahwa data pribadi itu berharga sekaligus pengguna internet berhak mendapatkan sesuatu dari data mereka. Sebab, selama ini data pengguna internet diperoleh tanpa izin, tricky, dan diam-diam. 

Ikhwan menjelaskan, dirinya percaya setiap orang berhak mengontrol data mereka. Atas pemikiran itu, saat ini sudah tersedia dua layanan Bagidata yakni permission-based marketing dan applicant profilingPermission-based marketing adalah pemilik data dapat memberikan data media sosial, struk belanja, tiket pesawat, dan lainnya, yang mana ketika mereka mendapat promosi maka pemilik akan mendapatkan keuntungan dalam bentuk uang dan poin. Saat ini sudah ada 18 ribu lebih pengguna layanan tersebut. 

Sementara applicant profiling adalah layanan dalam membntu perusahaan melihat lebih dalam dari data media sosial yang sudah diberikan pelamar di perusahaannya. Dengan melihat analisis sentimen dan prilaku, maka perusahaan dapat mengenal calon yang paling tepat dan sesuai dengan nilai-nilai perusahaannya. 

"Untuk permission based marketing, kami menargetkan millenial, jadi mereka tinggal unduh layanan kami di Google Play Store. Sementara target applicant profiling tentu saja perusahaan-perusahaan yang kini sudah ada klien dari perusahaan telekomunikasi, startup travel, entertainment, kuliner, sosial, dan lainnya," katanya. 

Bagidata pada program Digital Amoeba atau startup internal PT Telkom saat ini masuk fase validasi produk, namun pendapatan mereka sudah ratusan juta rupiah. Karena itu, mereka menargetkan total 100.000 pengguna pada tahun 2019 ini. 

Saat ini, sambung dia, sekalipun layanan produk baru, relatif tidak banyak keluhan pengguna maupun kendala operasional perusahaan. Bagidata menargetkan untuk menjadi perusahan big data terkemuka untuk layanan personal profiling sehingga masyarakat peroleh manfaat dari data personalnya.***

Bagikan: