Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Sebagian cerah, 20.8 ° C

Esports Buka Peluang Karier Menjanjikan di Indonesia

Catur Ratna Wulandari
PRESIDEN Indonesia Esport Association (IESPA) Eddy Lim memaparkan materinya, saat menjadi pembicara pada seminar Esports : Beyond Gaming, di Kampus Universitas Kristen Maranatha, Jalan Surya Sumantri, Kota Bandung, Jumat (8/2/2019). Seminar yang diadakan di lima universitas se-Indonesia itu, bertujuan untuk memperkenalkan dunia "esports" ke kalangan mahasiwa mulai dari sejarah hingga perkembangan pesat industrinya./ADE BAYU INDRA/"PR"
PRESIDEN Indonesia Esport Association (IESPA) Eddy Lim memaparkan materinya, saat menjadi pembicara pada seminar Esports : Beyond Gaming, di Kampus Universitas Kristen Maranatha, Jalan Surya Sumantri, Kota Bandung, Jumat (8/2/2019). Seminar yang diadakan di lima universitas se-Indonesia itu, bertujuan untuk memperkenalkan dunia "esports" ke kalangan mahasiwa mulai dari sejarah hingga perkembangan pesat industrinya./ADE BAYU INDRA/"PR"

BANDUNG, (PR).- Industri esports atau olah raga elektronik yang berkembang pesat menjanjikan peluang karier profesional. Tak lagi dipandang sebagai permainan, esport tumbuh menjadi industri yang terus berkembang.

Menurut data Niko Partners, sebuah perusahaan riset pasar dan konsultansi yang berspesialisasi dalam industri game dan esports di Asia Tenggara dan Tiongkok, 41 persen dari 266 juta orang Indonesia adalah gamer mobile atau PC kasual. Pendapatan untuk online PC dan mobile game di Indonesia mencapai 606 juta dolar AS pada 2018. Angka itu diperkirakan meningkat hingga 1.156 juta USD pada 2022.

Presiden Indonesia Esports Association (IESPA) Eddy Lim menjelaskan, electronic sports (esports) di Indonesia sebenarnya sudah muncul sejak tahun 2000. Namun ketika itu baru sebatas permainan, belum menjadi olah raga. Enam tahun belakanhan mulai berkembang menjadi olah raga. Indonesia sendiri sudah menjadi tuan rumah pertandingan game pada ajang Tavisa 2016.

"Esports itu bukan hanya main games, tapi adu otak, adu strategi. Justru yang diperlukan latihan fisik untuk meningkatkan konsentrasi," tutur Eddy saat berbicara di IEL Campus Seminar, Esports: Beyond Gaming di Universitas Maranatha, Bandung, Jumat 8 Februari 2019.

Ia mengatakan, esports merupakan olh raga masa depan. Olah raga inu berkembang dengan menumpang kemajuan teknologi.

Profesi selain pemain

\Menurut dia, perkembangan esports menyediakan peluang profesi-proesi baru. Tak hanya sebagai atlet dan wasit, tetapi menggali sisi bisnis esports. Misalnya saja menjadi event organizer pertandingan games, juga untuk menyiapkan produksi sebuah ajang kompetisi games.

"Kami mengajak universitas untuk membentuk UKM Esports untuk mempersiapkan sumber daya manusianya. Esportsitu 30 persen bicara prestasi, 70 persen soal persiapan SDM industri esports," tuturnya.

Sisi bisnis esports bisa digali dan dipelajari lewat UKM itu. "Esports itu dimulai dari bisnis. Karena turun dari bisnis, sisi bisnisnya kental sekali," ucap Eddy.

Dalam acara ini hadir juga empat pembicara yang menjabarkan perjalanan karier di dunia esports. Mereka adalah Stanley Tjia sebagai wasit internasional Esports, caster dan influencer Clara Mongstar, World Champion PBIC 2012 yang juga alumni Universitas Maranatha August Urip Santoso, dan founder Nixia dan Manajer tim NXA-Gaming Fram Shaw.

Wakil Rektor III Universitas Maranatha Robby Yussac Tallar mengatakan, games adalah dunianya generasi milenial sekarang. Seperti pisau, game bisa digunakan untuk hal baik dan tidak.

PRESIDEN Indonesia Esport Association (IESPA) Eddy Lim memaparkan materinya, saat menjadi pembicara pada seminar Esports : Beyond Gaming, di Kampus Universitas Kristen Maranatha, Jalan Surya Sumantri, Kota Bandung, Jumat (8/2/2019). Seminar yang diadakan di lima universitas se-Indonesia itu, bertujuan untuk memperkenalkan dunia "esports" ke kalangan mahasiwa mulai dari sejarah hingga perkembangan pesat industrinya./ADE BAYU INDRA/"PR"

"Tidak hanya bermain game tapi juga mengembangkan diri. Ini bukan sekadar permainan," katanya.

Ia berharap mahasiswa juga generasi muda umumnya tak hanya bermain, tetapi juga mengenal semua seluk belum esports. 

"Di era mendatang semua serba virtual dan digital, itu dunia kalian," ujarnya.

Hadiah Rp 1 miliar di IEL University Series 2019

Ia menyampaikan kebanggaannya atas keberhasilan tim Universitas Maranatha yang menjadi satu dari 12 universitas di IEL University Series 2019.

MIX 360 ESPORTS sebagai entitas bisnis dengan komitmen mengembangkan industri esports di Indonesia kini tengah menggarap berbagai inisiasi untuk mengembangkan ekosistem esports di tanah air, mulai dari pembinaan bibit-bibit atlet dan caster esports profesional, hingga menyiapkan manajemen tim esports berkualitas. Salah satu langkah awalnya dengan meluncurkan IEL University Series 2019. 

IEL University Series 2019 resmi dimulai pada akhir Januari. IEL University Series 2019 merupakan kompetisi esportsresmi pertama untuk tingkat universitas di Indonesia yang didukung penuh oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI), dan Indonesia Esports Association (IESPA). Kompetisi ini juga disahkan oleh Federasi Electronic Sports Asia (AeSF), dimana nantinya akan menjadi bagian dari Liga universitas resmi dibawah naungan IESPA. 

“Untuk mengembangkan esports, harus terlebih dahulu dimulai dari mengubah paradigma tradisional para orang tua dan institusi pendidikan terhadap esports,” kata Chief Operational Officer MIX 360 ESPORTS Harry Kartono.

Pada gelaran IEL 2019 University Series season 1 ini, sebanyak 12 kampus terpilih telah siap mengirimkan perwakilannya untuk meraih kemenangan. Salah satunya Universitas Kristen Maranatha.

Dua cabang game yang diperlombakan adalah Dota 2 dan Mobile Legends. 12 Universitas peserta IEL akan terbagi ke dalam dua grup yang akan melakoni babak penyisihan yang lakukan secara online selama bulan Januari hingga Maret 2019. Kemudian, 4 tim terbaik dari masing-masing cabang akan bertanding di babak semifinal dan final pada akhir April 2019. Adapun Tempat berlangsungnya babak final IEL 2019 University Series bertempat di LigaGame Arena. Total hadiah senilai Rp 1 miliar akan diperebutkan para peserta IEL 2019 University Series pada musim pertama ini. ***

Bagikan: